KABAR BIREUEN – Mahasiswi S1 Prodi Ilmu Falak Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang mengadakan Workshop Ilmu Falak di salah satu balai pengajian di Desa Cot Bada Tunong, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh.

Kegiatan ini diadakan dalam rangka memenuhi program kerja individu Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler ke-75 dari rumah, agar tetap produktif di masa pandemi. Workshop tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan selama 45 hari masa KKN.

Rahmalia, mahasiswi Jurusan Ilmu Falak, Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Walisongo Semarang, mengatakan, kegiatan yang dilaksanakannya itu berlangsung selama dua malam, yaitu pada Sabtu dan Minggu (7-8 November 2020), pukul 20.30 WIB, setelah pengajian kitab kuning.

“Workshop yang diikuti 30 remaja desa ini, bertujuan untuk memperkenalkan ilmu falak kepada para peserta. Mengingat, betapa pentingnya ilmu ini dalam pelaksanaan ibadah sehari-hari,” ujar Rahmalia.

Dijelaskannya, pada pertemuan pertama, pemateri memaparkan tentang pengertian dan sejarah ilmu falak. Kemudian, membahas tentang ruang lingkup ilmu falak yang meliputi arah kiblat, waktu shalat, hisab rukyat, penentuan awal bulan hijriyah dan gerhana.

Dilanjutkan pertemuan kedua yang membahas tentang gerak matahari, bumi, dan bulan. Dilengkapi dengan video animasi, agar lebih mudah dipahami.

Selain memberikan materi dalam bentuk power point, peserta juga dibekali dengan modul yang berisikan materi ilmu falak dalam Al-Quran yang bisa mereka pelajari sendiri di rumah masing-masing. Tak lupa juga kepada peserta dibekali snack dan freebies berupa stiker animasi KKN dan pesan masyarakat.

“Para peserta mengikuti seluruh rangkaian acara dengan khidmat, meski di pertemuan pertama ditemani derasnya hujan,” sebut Rahmalia yang juga warga setempat.

Untuk menambah motivasi dan semangat belajar peserta dalam kegiatan tersebut, juga diadakan sesi tanya jawab. Satu pertanyaan terbaik dijawab langsung oleh seorang staff dari LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) Bandung, Jawa barat, Andi Pangeran.

“Beliau juga berpesan kepada para remaja Desa Cot Bada Tunong, walau mereka punya prinsip masing-masing yang lebih memperhatikan ilmu agama, namun ilmu lain juga harus dipelajari. Seperti ilmu sains, terutama astrononi atau ilmu falak. Sebab, jika kita tidak mempelajari ilmu ini, maka kita tidak bisa melaksanakan ibadah sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” terang Rahmalia, sebagaimana disampaikan Andi Pangeran kepada para peserta.

Kegiatan workshop ini diakhiri dengan photo bersama para peserta dan pemateri. Diharapkan dengan berakhirnya workshop ini, peserta bisa termotivasi untuk mempelajari Ilmu Falak lebih lanjut dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. (REL)