KABAR BIREUEN-Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (Fikom) Universitas Almuslim kembali lolos untuk mengikuti pelatihan pembuatan gerak animasi 3 dimensi di Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar Bali mulai 21 Januari – 17 Februari 2020.

Kabag Humas dan Kemahasiswaan Umuslim Zulkifli,M.Kom, untuk angkatan ini umuslim mengirimkan dua orang, sedangkan tahun lalu lima orang dan ini merupakan angkatan ketiga lolos dalam seleksi yang dilakukan panitia BDI Bali.

Mereka yang lolos berhak mengikuti pelatihan di Bali, tahun ini adalah Muhammad Ichsan dan Alvin Khairi, keduanya dinyatakan lolos setelah mengikuti serangkaian ujian tes sebelum diberangkatkan mengikuti pelatihan.

“Pelatihan khusus animasi di Indonesia setiap tahun diadakan Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar, BDI adalah merupakan lembaga dibawah binaan Kementerian Industri dengan spesialisasi animasi, kerajinan dan barang seni, program pelaksanaan diklat berbasis spesialisasi dan kompetensi sesuai SKKNI serta Uji kompetensi dan sertifikasi,” jelasnya.

Sebelumnya, tahun 2019 mahasiswa umuslim juga telah mengikuti pelatihan bidang pencitraan cahaya dan gambar digital 3 dimensi dan mereka telah mendapatkan sertifikat BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).

Menurut T. Rafli Abdillah, M.Sn dosen pembimbing bidang animasi Universitas Almuslim, peserta pelatihan di pulau yang terkenao dingan parawisata tersebut berasal dari berbagai daerah seluruh Indonesia, pelatihan ini diadakan setiap tahun dengan kompetensi yang beragam khususnya yang berhubungan dengan animasi dan Industri kreatif.

“Untuk menjadi peserta harus lolos seleksi, semua biaya di tangung pemerintah, Alhamdulillah mahasiswa universitas almuslim sudah tiga angkatan bisa lolos dan mengikuti pelatihan ini,” sebut T.Rafli Abdillah, MSn yang juga salah seorang instruktur animasi tingkat nasional.

Menurutnya tujuan pelatihan ini untuk membekali pengetahuan peserta dalam upaya meminimalisir kesenjangan antara lulusan akademik dengan kebutuhan dunia industri.

“Peserta di uji kompetensi dilakukan oleh LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) nasional, yang lulus mendapatkan dua sertifikat, sertifikat pelatihan dan sertifikasi profesi BNSP,” ungkap T.Rafli A, M.Sn. (REL)