KABAR BIREUEN – Peluang pasar bidang fashion wanita memang tidak pernah redup. Termasuk di Aceh yang terkenal dengan selera pasarnya yang cukup konsumtif.
Produsen busana wanita asal Banda Aceh, Likasa, hadir menyediakan aneka daster trendi dengan motif, dan warna kekinian dari bahan katun premium.
Ditemui media ini di sela-sela event pameran produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) “Ayo Bloe Bloe Ata Ngon” di Plaza Aceh pada Selasa (14/12/2021), owner Likasa Fashion, Liza Kartika Sari, mengatakan, alasan dirinya memilih menjadi pengusaha sejak hamil anak pertama, dan keinginannya itu didukung suami.
Dikisahkannya, Likasa hadir sejak Desember 2019. Itu berawal dari keinginan menyediakan pakaian yang nyaman dipakai untuk semua perempuan.
“Jadi tercetus ide membuat daster pertama kali. Setelah itu, banyak yang minta disediakan gamis dan mukena. sehingga produk Likasa pun bertambah,” papar pengusaha wanita muda ini.
Pemasaran saat ini, menurut Liza Kartika Sari, selain di Aceh juga sudah menjangkau ke Medan, Jakarta dan Bandung. Sistem penjualannya melibatkan 50-an reseller yang ada di seluruh Aceh.
Sistem pemasaran demikian, bertujuan untuk membantu perekonomian pebisnis lain. Bahkan, untuk reseller yang sudah dipercayai kejujurannya, bisa mengambil order tanpa modal awal.
Disebutkannya, untuk bahan kain karena di Aceh mahal, masih belanja di Cipadu Tangerang. Kemudian, disortir menurut kebutuhan. Untuk daster dan gamis sebagian dijahit di Aceh dan sebagian lagi dijahit di Jawa.
“Kalau mukena dijahit di Aceh. Jadi usaha ini menggunakan tenaga kerja Aceh dan bekerja sama dengan sejumlah penjahit, karena kita belum memiliki konveksi,” papar alumnus FKIP Bahasa Inggris USK ini.
Target pasarnya untuk usia 20 hingga 40-an yang ingin tampil trendi. Harga daster dibanderol mulai Rp 90 ribu.
“Kenapa lebih mahal, kita jelaskan kepada konsumen. Ini produk lokal dengan memberdayakan penjahit lokal. Selain itu, kualitas jahitan lebih rapi, awet dan tidak gampang sobek. Sementara untuk mukena kita tawarkan harga 300 ribuan,” ujar wanita asal Banda Aceh ini.
Rencananya, masih ingin memperluas jaringan reseller. Makanya konsumen di Aceh diharapkan bisa saling membantu dan mendukung.
“Dengan membeli produk lokal, otomatis memajukan perekonomian masyarakat Aceh,” jelas Liza Kartika Sari.
Karena itu, dia mengharapkan pemerintah bisa membangun industri besar di Aceh, sehingga UMKM kecil bisa terbantu. Tidak perlu lagi keluar Aceh untuk mendapatkan bahan baku.
Pantauan di Stand Likasa, tampak koleksi daster dari bahan katun rayon, dan katun twill dengan berbagai corak dan warna kekinian. Selain itu, juga ada mukena berbahan Zara silk dan Armani silk, dipadukan dengan renda strecth yang elastis dan tidak gampang kusut. (Wir)











