KABAR BIREUEN, Bireuen – Di tengah riuhnya tanggapan dan kritikan dari Anggota DPR RI, H. Ruslan Daud (HRD), Ketua PMI Bireuen, Edi Saputra, S.H., hadir membawa pesan kesejukan yang menyentuh. Sosok yang akrab disapa Edi Obama itu, mengajak semua pihak untuk menanggalkan ‘jubah politik’ dan melihat persoalan dengan nurani, terutama dalam menyikapi penanganan bencana banjir di Bireuen.
“Saya berdiri di sini bukan sebagai politisi, tapi sebagai relawan yang melihat langsung bagaimana derita rakyat saat bencana menghantam,” ujar Edi Saputra dengan nada penuh empati, Jumat (20/03/2026).
Ia mengaku, hatinya terenyuh melihat mudahnya kritik dilontarkan, sementara pengorbanan di lapangan kerap luput dari perhatian. Menurutnya, penting untuk mengingat siapa saja yang pertama kali hadir di tengah krisis, saat banjir bandang melanda Bireuen.
BACA JUGA: Bupati Mukhlis dan Ketua PMI Bireuen Serahkan Bantuan untuk Penyintas Banjir di Dusun Bivak
Edi mengisahkan kembali momen-momen genting saat bencana terjadi. Ketika itu, Bupati Bireuen, H. Mukhlis, hadir bukan sekadar untuk berfoto, melainkan untuk merasakan dinginnya air dan lumpur bersama warga yang ketakutan.
“Beliau adalah orang pertama yang turun ke lapangan. Saat banyak orang masih terlelap atau hanya berbicara dari kejauhan, Bupati Bireuen sudah berada di tengah genangan, untuk memastikan keselamatan warganya,” ungkap Edi.
Menurutnya, sikap tersebut mencerminkan kepemimpinan yang mengedepankan aksi nyata tanpa menunggu instruksi. Ia menilai, kehadiran langsung Bupati Mukhlis di tengah bencana, menjadi bukti komitmen dan kepedulian seorang pemimpin terhadap rakyatnya.
BACA JUGA: Bersama Bupati Mukhlis, Ketua PMI Bireuen Antar Bantuan Logistik dan Air Bersih untuk Korban Banjir
Tak hanya dalam penanganan darurat, Edi juga menyoroti percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya jembatan yang sempat rusak akibat banjir. Ia menyebut, langkah cepat pemerintah daerah dilakukan demi menjaga kelangsungan aktivitas masyarakat.
“Jembatan-jembatan yang kini berdiri kokoh bukan sekadar bangunan fisik. Itu adalah wujud kepedulian terhadap urat nadi ekonomi warga. Bupati bekerja siang dan malam agar masyarakat tidak terisolasi,” jelasnya.
Menutup pernyataannya, Edi Obama berpesan agar kritik dari HRD dijadikan penguat, namun jangan sampai melukai semangat pengabdian yang tulus.
“Harga diri seorang pemimpin itu basah oleh keringat pelayanan, bukan kering karena perdebatan. Mari kita jaga harmoni. Bireuen ini milik kita bersama, dan Bupati telah memberikan segalanya untuk kita. Mari kita rangkul, bukan kita pukul,” ajak Edi Obama dengan pesan persaudaraan yang kuat. (Suryadi)










