KABAR BIREUEN – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia ( PGRI ) Provinsi Aceh, Almunzir S.Pd.I, Msi melantik pengurus PGRI Kabupaten Bireuen masa bakti 2020 – 2025 di Aula SMA Negeri 2 Bireuen, Sabtu ( 5/9/2020 ).

Pengurus yang dilantik adalah , Ketua, Muhammad Nazir S.Pd.I, Wakil Ketua I , H.Mawardi S.Pd dan Mukhlis S.Pd sebagai Wakil Ketua II, selanjutnya Sekretaris, Yusmadi Yunus S.Pd , Faisal Ali S.Ag ditetapkan sebagai wakil , sedangkan Bendahara dan wakil dipercayakan kepada Novera Putri S.Pd dan Wardawati S.Pd.

Berikutnya, Departemen Organisasi dan Kaderisasi, Dahlan S.Pd, Pendidikan dan Pelatihan, Hasan Basri S.Pd, selanjutnya Drs.M.Gade dipercaya mengurus Departemen Penegakan Kode Etik .

Kemudian, Departemen Advokasi, Bantuan Hukum dan Perlindungan Profesi dipercayakan kepada, Fauzan S.Pd, pembinaan dan pengembangan profesi guru, dosen dan tenaga kependidikan dibawah kordinator, M.Yusuf S.Pd.

Selanjutnya, Bidang Pembinaan Karir Guru, Dosen dan Tenaga Kependidikan, Yusminar S.Pd, penelitian dan pengabdian masyarakat, Usman S.Pd, kerjasama dan pengembangan usaha, Putri Mulyani, kesejahteraan dan ketenagakerjaan, Iskandar S.Pd, pemberdayaan perempuan , Sriwahyuni, S.Pd, olah raga , seni dan budaya, Zia Ulhaq S.Pd.

Seterusnya, Departemen Pembinaan Mental dan Spiritual, Darwati S.Pd, Komunikasi dan Informasi, Syukri S.Pd dan Hubungan Luar Negeri, Munzilin S.Pd.

Kepada pengurus yang sudah dilantik, Almunzir berpesan agar kepengurusan yang dihuni oleh oleh guru – guru muda ini bisa mengembangkan organisasi ke arah yang lebih baik.

“Ayo sama – sama menguatkan organisasi untuk kita sumbangkan kepada PGRI,” sebut Almunzir.

Lebih lanjut, Almunzir mengatakan, keterlibatan guru muda akan memberikan ruang kepada mereka untuk memperjuangkan kepentingan organisasi guru ini.

Sebelumnya Bupati Bireuen, Dr.H.Muzakkar A.Gani SH, Msi dalam sambutan saat pembukaan Konferensi ke XXII PGRI Bireuen, berharap kepada pengurus terpilih agar bisa menampakkan PGRI sebagai mediator antara guru dengan pemerintah.

“Nampakkanlah PGRI sebagai mediator antara guru dan pemerintah,” kata Muzakkar.

Disamping itu bupati menginginkan dengan peran PGRI dapat mendorong sebuah hasil pendidikan yang kompetitif dan menjadi daya saing serta berupaya melakukan reposisi guru dari berbagai komponen bukan hanya jabatan.

“Laksanakan reposisi guru dengan meningkatkan kelulusan, kemampuan anak didik, kompetensi guru serta disiplin,” harap bupati. (Faisal Ali)