KABAR BIREUEN – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen Drs M Nasir M.Pd membuka Seleksi Substansi Calon Kepala Sekolah Tahun 2020, di Wisma Bireuen Jaya, Kamis (27/8/2020).

Kegiatan tersebut digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen bekerjasama dengan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Aceh serta Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) yang berlangsung selama dua hari, 27-28 Agustus 2020.

M Nasir dalam sambutannya menyebutkan, seleksi calon kepala sekolah adalah bagian dari proses dan pelayanan pendidikan yang menentukan maju atau mundurnya pendidikan.

Ada lima kompetensi untuk menjadi kepala sekolah, kepribadian, kemampuan memperbaiki proses pembelajaran, harus melebihi kemampuan guru.

“Sekarang kepala sekolah tidak ada kewajiban untuk mengajar di kelas, kecuali kalau ada kekurangan guru,” katanya.

Sehingga, waktu yang ada tersebut dipakai maksimal untuk mengelola dan membimbing proses pendidikan, kepala sekolah harus mempunyai kemampuan serta memiliki inovasi dan kreativitas.

“Kepala sekolah harus punya ide-ide cemerlang dalam masa covid ini, agar proses belajar tidak terhenti dan berjalan dengan baik. Misalnya saja menggunakan media internet, aplikasi zoom untuk melangsungkan pembelajaran bagi siswa siswa.Jadi mulai saat ini harus mulai akrab dengan cara tersebut,” jelasnya.

Kalau tidak, katanya lagi, ini akan menjadi hambatan ke depan karena proses daring belum terbiasa.

“Kami berharap dengan seleksi pada hari ini muncul kepala sekolah hebat yang dapat mendorong dan meningkatkan mutu pendidikan Bireuen. Semoga yang hadir di sini mengikuti seleksi calon kepala sekolah bisa lulus semuanya,” harap M Nasir.

Sebelumnya Plt Kabid Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen, Asmudi S. Pd, M. Pd melaporkan, kegiatan ini digelar dengan tujuan untuk mengisi formasi kekurangan kepala sekolah jenjang TK. SD dan SMP.

Jumlah peserta yang mengikuti seleksi substansi bakal calon kepala sekolah tahun 2020 ini berjumlah 62 peserta, terdiri dari jenjang TK 3 orang peserta, SD 44 peserta dan SMP 16 peserta.

“Peserta akan dipandu oleh Asesor dari LPMP dan dari LPPKS Kemdikbud,” jelas Asmudi. (Ihkwati)

BAGIKAN