Keuchik Alue Limeng, Kecamatan jeumpa, Bireuen, M Yusuf berlatar jalan rusak melintasi gampongnya

KABAR BIREUEN-Jalan utama yang melintasi Desa Blang Gandai ke Cot Meugoe tembus Alue Limeng, Kecamatan Jeumpa, sepanjang 8 kilometer rusak parah.

Akibatnya, saat hujan tiba, jalanan menjadi licin dan bergelimang lumpur, sangat sulit dilewati kendaraan masyarakat baik itu sepeda motor, mobil mengangkut barang dan beragam komoditi hasil pertanian. Jika musim kemarau, jalanan yang berkerikil dan berbatu itu berdebu.

Tak hanya itu, aktivitas keseharian masyarakat di sekitar kawasan tersebut seperti bertani, berkebun dan juga ke sekolah bagi  guru serta siswa SDN 12 Jeumpa sangat terhambat.

Oleh karena itu, perangkat desa dan masyarakat mengharapkan Pemerintah Kabupaten Bireuen supaya mengaspal jalan utama yang rusak parah  itu.

Hal itu seperti diungkapkan Peutuha Tuha Peut Cot Meugoe, Syukri Ahmad dan Ramli serta Muhammad Ilya warga setempat kepada wartawan, Sabtu (29/9/2018) lalu.

Jalan rusak parah di kawasan pergunungan Kecamatan jeumpa itu akan sangat sulit dilalui saat musim hujan karena licin. Guru juga tidak bisa datang mengajar ke sekolah jadinya anak-anak tidak bisa belajar.

Karena itu, dia sangat berharap perhatian Pemkab Bireuen agar memperhatikan jalan yang rusak di desa mereka tersebut.

Keluhan yang sama dikatakan Sekdes Rusli Zainal dan Zulfadli alias Nek Dun juga mengharapkan, Pemkab Bireuen serius membangunan jalan desa penghasil komoditi pertanian terbesar di Bireuen, salah satunya seperti jagung ini.

Padahal, katanya, dalam Musrenbang, pembangunan jalan tersebut disepakati menjadi prioritas utama, nyatanya sampai kini tak ada realisasinya.

“Kalau belum bisa dibangun semuanya, minimal kami harap dibangun dulu 5 Km sampai Cot Meugoe agar guru bisa lancar datang ke SDN 12 mengajari anak-anak kami,” pinta Rusli Zainal, diamini warganya.

Kerusakan jalan paling parah, sebutnya, mulai Blang Gandai yaitu tanjakan panjang Cot Pinto Rimba, Cot Lueng Teukuh, juga di Cot Pinto Angen sekitar 700 meter lagi mau sampai pusat Desa Cot Meugoe dan berbahaya jika tergelincir salah-salah bisa jatuh ke jurang dalam.

“Kondisinya serupa juga terdapat di jalan tembus ke Alue Limeng berjarak sekitar 5 Km ke Desa Alue Limeng, Kecamatan Jeumpa, sebagian besar rusak parah dan masih sangat rawan jika dijadikan jalan lintas utama keseharian masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Keuchik Alue Limeng, M Yusuf menyebutkan, jalan yang rusak tersebut sebenarnya pada  2016 lalu sudah pernah dilakukan pengerasan sampai batas dengan Cot Meugoe, Namun, tetap saja masih sulit dilalui oleh masyarakat.

“Selama ini, untuk mengurus berbagai kepentingan ke Kecamatan Jeumpa,  warga dan perangkat desa terpaksa harus putar jalan sejauh 20  Km lebih melalui Kecamatan Juli. Karena itu, kami sangat berharap dibangun jalan tembus ke kecamatan atau minimal sampai batas desa, agar warga lancar ke kebun bertani,” harap M Yusuf. (Ihkwati)