KABAR BIREUEN-Tim debat bahasa Inggris mahasiswa Universitas Almuslim (Umuslim) yang mengikuti National University Debating Champhionship (NUDC) yang dilaksanakan di Universitas Airlangga Surabaya beberapa waktu lalu berhasil menduduki peringkat 28 nasional.
Hal itu disampaikan Rektor Universitas Almuslim Dr.H.Amiruddin Idris,SE,MSi pada acara penyambutan kepulangan tim debat  dalam satu acara  berlangsung di Auditorium Academic Centre (AAC) Ampon Chiek Peusangan, Kamis (25/7/2019) sore.
Rektor Umuslim  Amiruddin Idris, saat penyambutan memberikan apresiasi yang tinggi atas perjuangan mahasiswa yang tergabung dalam tim debat dan sukses di tingkat nasional, prestasi yang telah diperoleh  tidaklah mudah, butuh perjuangan dan kesabaran.
“Alhamdulillah tim dari Umuslim merupakan  satu-satunya perguruan Tinggi dari Aceh yang lolos kedalam 30 besar nasional,” sebutnya.
Proses perjalanan yang mengantarkan tim debat bahasa Inggris Umuslim ke tingkat nasional setelah menduduki peringkat kedua pada perlombaan tingkat Provinsi Aceh.
Kemudian di tingkat nasional tim Umuslim setelah  melewati beberapa preliminary rounds, berhasil masuk Main draw breaking untyk 30 besar dari ratusan perguruan tinggi, baik PTS maupun PTN dari seluruh Indonesia yang mengikuti ajang tersebut.
Menurut informasi Kabag Humas dan Kemahasiswaan Umuslim, Zulkifli, M.kom seperti dikutip dari Website panitia NUDC 2019,  adapun peringkat yang diperoleh beberapa Universitas dari Aceh berdasarkan jumlah nilai adalah Universitas Almuslim peringkat 28, Universitas Syiah Kuala Banda Aceh peringkat 37 dan Universitas Malikusaleh pada peringkat 64.
“Umuslim  satu-satunya Perguruan Tinggi dari Aceh yang berhasil masuk 30 besar pada Debating Inggris tingkat nasional,” kata Zulkifli.
Adapun peserta tim debat bahasa inggris dari Universitas Almuslim yang tampil pada ajang National University Debating Champhionship (NUDC) yang berlangsung di Universitas Airlangga Surabaya adalah Azzura Mayyasyi (Prodi Hubungan Internasional), Nafsul Mutmainnah (Prodi Bahasa Inggris), Ahsani Taqwin (Prodi Hubungan Internasional), pendamping Ratna Walis. (Ihkwati)
BAGIKAN