
Oleh: Renci
Praktisi Pendidikan
MOMENTUM satu tahun Kabinet Prabowo-Gibran, Lembaga Survei IndoStrategi merilis survei Kementerian. Diperoleh data dari hasil tersebut dengan menggunakan metode purposive sampling yang dilakukan pada awal September hingga 13 Oktober 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendapatkan penilaian terbaik.
Tidak hanya melalui wawancara, survei ini juga menganalisa berita daring maupun luring serta dokumen resmi pemerintah dan Forum Group Discussion (FGD) yang dilakukan dengan pengamat dan akademisi. Kinerja terbaik yang diperoleh oleh Kemendikdasmen ini bukan hanya sebuah angka, jika diamati sepanjang satu tahun, Kemendikdasmen memang banyak melakukan program-program yang memberikan dampak nyata di dunia pendidikan.
Keberhasilan Kemendikdasmen dalam Tinjauan Sosiologis
Kepuasan publik terhadap kinerja Kemendikdasmen selama kurun waktu satu tahun ini dapat dilihat dari berbagai sudut pandang, salah satunya yakni aspek sosiologis. Opini masyarakat tentu lahir dari beragam faktor, kinerja kementerian yang terukur, kebijakan positif yang direspon oleh masyarakat, dan cara kementerian mengelola komunikasi dengan publik merupakan indikator yang mendukung keberhasilan Kemendikdasmen.
Pengelolaan komunikasi yang baik oleh Kemendikdasmen ini mendapatkan pengakuan humas. Kemendikdasmen mendapatkan penghargaan dalam bidang komunikasi publik, yang artinya menunjukkan keberhasilan Kemendikdasmen dalam membangun citra dan menyampaikan informasi secara transparan.
Melalui kebijakan Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti selaku Menteri Pendidikan tengah mempertahankan tatanan sosial yang ada. Bisa dilihat dari peningkatan akses pendidikan, Kemendikdasmen menghadirkan Program Prioritas Pendidikan Berdampak untuk meluaskan akses pendidikan yakni program digitalisasi.
Program ini merupakan satu dari 7 Program Prioritas Pendidikan Berdampak yang diinisiasi oleh Kemendikdasmen. Melanjutkan intruksi Presiden Republik Indonesia nomor 7 tahun 2025, lembaga pendidikan di Indonesia akan difasilitasi akses pembelajaran digital bagi lebih dari 285.000 pada jenjang PAUD hingga SKB. Sudah berjalan, kini beberapa sekolah telah mendapatkan classroom yang dilengkapi dengan smart TV yang diisi konten edukatif, proyektor interaktif, komputer, serta jaringan internet berkecepatan tinggi.
Tujuan utamanya, untuk menghadirkan kesempatan yang sama, terutama bagi sekolah di wilayah 3T, sebagai jembatan kesenjangan sumber belajar. Program digitalisasi ini juga merupakan integrasi dari program berdampak lainnya, yaitu revitalisasi sekolah. Dilansir dari penelitian Jannah dan Darmawan (2024), revitalisasi diyakini akan membuat proses belajar mengajar lebih efektif. Perbaikan kelas, laboratorium, perpustakaan, toilet hingga UKS akan memebentuk atmosfir pendidikan yang layak dan menciptakan lingkungan sosial di sekolah lebih mudah.
Program ini berhasil dilaksanakan oleh Kemendikdasmen selama satu tahun menjabat. Melampaui target dengan rencana 10.440 sekolah menjadi 15.523 dan menghabiskan anggaran Rp 16,9 triliun. Salah satu penerima manfaatnya adalah di Kota Batu, Malang. Disampaikan oleh Wakil Wali Kota Batu, Henry Suyanto, perihal apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada pemerintah pusat atas bantuan revitalisasi satuan pendidikan sebesar Rp 1,7 miliar untuk mendukung peningkatan mutu pembelajaran.
Revitalisasi sekolah adalah satu sisi dari peningkatan mutu pendidikan. Di sisi lain, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa inti dari transformasi pendidikan nasional terletak pada peran guru. Oleh karenanya, Kemendikdasmen juga memperhatikan kapasitas pendidik untuk melakukan berbagai pelatihan. Tidak hanya menuntut guru dengan kompetensinya, Kemendikdasmen juga menggelontorkan dana Rp 13,2 triliun untuk memberi tunjangan kepada guru; tunjangan non-asn, Bantuan Subsidi Upah (BSU), fasilitas pengembangan karir dan sertifikasi Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Fokus pada peningkayan kesejahteraan dan kompetensi guru, selain mengadakan tunjangan sertifikasi, Kemendikdasmen juga mendorong pendidik untuk mengikuti berbagai pelatihan dibidang pembelajaran digital, Kecerdasan Artifisial, dan Konseling. Di samping itu, pendidik dibekali dengan pendekatan pembelajaran mendalam dengan penguatan literasi, numerasi dan pengenalan mata pelajaran berbasis KA dan Koding.
Secara perspektif sosial juga, Kemendikdasmen berhasil mengatasi ketimpangan. Bicara tentang akses pendidikan, kita tentu tidak lepas dengan latar belakang masyarakat yang heterogrn, kompleks dan berbeda. Dalam hal ini, upaya menghadirkan kesempatan yang sama juga dilakukan. Melalui PIP, Kemendikdasmen berkomitmen memberikan bantuan kepada siswa diberbagai daerah dan kalangan, terdapat juga beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) senilai 127 miliar yang akan diberikan kepada 4.679 siswa dari daerah 3T dan daerah konflik.
Optimalisasi BOSP juga dilakukan oleh Kemendikdasmen. Berbagai upaya, termasuk memastikan kegiatan be;ajar tetap berjalan tanpa memberikan beban tambahan bagi keluarga, Kemendikdasmen memastikan tunjangan bagi beberapa spesifikasi guru.
Tidak hanya program di atas yang menggunakan anggaran, Kemendikasmen juga menghadirkan program yang membekali generasi muda dengan menekankan kegiatan dasar setiap hari yakni 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Secara sosiologis, program ini mendorong pembentukan kesadaran individu untuk taat spiritual, sehat, cerdas, peduli sosial dan disiplin. Melalui kesadaran individual yang sudah selesai, generasi akan siap diorbitkan di masyarakat dengan kesadaran sosial.
Program nyata yang transparan itulah yang kemudian mendorong Kemendikdasmen menduduki posisi teratas di tahun pertama era Prabowo-Gibran. Tidak hanya berhasil meningkatkan kepercayaan publik, Kemendikdasmen juga berhasil mendorong partisipasi publik. [*]











