KABAR BIREUEN-Yayasan Eddy untuk Negeri atau Eddie Foundation kembali menjalin kerjasama Internasional, kali ini lembaga kemanusiaan itu membantu Yayasan Almuslim di sektor pendidikan dan sosial, Jumat (11/12/2020).

Dewan Pembina, pengurus harian Yayasan Almuslim dan tokoh masyarakat Peusangan melakukan pertemuan silaturrahmi dengan Pendiri sekaligus Direktur Eddy Foundation Dr(Cn). Teuku Eddy Faisal Rusydi, SHI., M. Sc., CM., CTT. (K) di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen.

Direktur Eddie Foundation diterima langsung oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan Almuslim yang juga Ketua DPRK Bireuen, Rusyidi Mukhtar, S. Sos, pengurus harian dan tokoh masyarakat Peusangan.

Direktur Eddie Foundation yang juga Presiden Dewan Perniagaan Usahawan Kecil Malaysia (DPUKM) Republik Indonesia menuturkan, pihaknya siap membantu Yayasan Almuslim baik di sektor pendidikan, hukum, sosial maupun pengembangan jaringan lintas negara.

“Ini demi kelancaran proses belajar mengajar institusi pendidikan yang bernaung di bawah yayasan yang merupakan aset ummat Islam (wakaf) milik masyarakat 4 kecamatan terdiri dari Peusangan, Jangka, Peusangan Selatan, dan Peusangan Siblah Kreung. Kalau dilihat dari sejarah awal berdirinya Yayasan Almuslim tersebut,” jelasnya.

Tahap awal Eddie Foundation akan membantu yayasan Almuslim di bidang sosial, berkat kerjasama Eddie Foundation dengan perusahaan multinasional asal Korea, Dawon Electronics Co.,LTD mitra Eddie Foundation di Korea.

“Dalam waktu Dekat Eddie Foundation akan mendistribusikan ribuan APD kepada mahasiswa, santri, dan masyarakat di sekitar Almuslim di masa pandemi Covid 19 ini,” sebut Konsultan Hak Kekayaan Intelektual ini.

Selain menjalin kerjasama di sektor sosial dengan Dawon Electronics Co., LTD Perusahaan Multinasional dari Korea, Eddie Foundation juga akan menjalin kerjasama dengan mitra di berbagai negara di bidang pendidikan.

“Seperti Yala Islamic University di Negara Thailand, University College of Islam Malaka di Malaysia dan sejumlah negara lainnya untuk membantu Almuslim,” ungkap  pengacara yang kini bermukim di Jakarta tersebut.

Melihat perjalanan sejarah Yayasan Almuslim yang didirikan oleh seorang ulama besar. Sang pembaharu dunia pendidikan Aceh, Teungku Abdurrahman Meunasah Meucap, Teuku Eddy mengajak semua kalangan untuk bersama-sama menjaga dan mempertahankan kejayaan Yayasan Almuslim.

Karena yayasan itu merupakan milik ummat Islam disamping sebagai suatu kebanggaan bagi masyarakat Bireuen khususnya dan Aceh umumnya. Hal ini tidak lepas dari peran besar Yayasan Almuslim yang telah banyak melahirkan tokoh – tokoh daerah yang berprofesi dalam berbagai bidang kehidupan.

“Aset ummat ini harus betul-betul kita jaga bersama kelestarian dan kelangsungan proses belajar mengajar dari masa ke masa, jangan pernah berpikir Almuslim akan tinggal nama. Almuslim akan terus melahirkan generasi terbaik bagi Bireuen dan Aceh pada umumnya,“ pungkas putra asli Lampoh Rayeuk, Kecamatan Jangka yang bermukim di Kutablang. (REL)