KABAR BIREUEN-Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bireuen, membuka secara resmi seminar Gerakan Menulis Satu Guru Satu Buku (Sagu-Sabu). Kegiatan ini digelar Selasa (17/10/2017) malam, di Aula lama Setdakab Bireuen.
Kadisdikpora Bireuen, Drs. Nasrul Yuliansyah, M.Pd, dalam inti arahannya mengatakan, kegiatan ini digelar untuk memberi motivasi bagi Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru dan Pengawas Sekolah.
Motivasi yang diberikan, katanya terkait dengan Gerakan Menulis Satu Guru Satu Buku (Sagu-Sabu) agar semua peserta, nantinya dapat menulis buku dan menghasil karya yang luar biasa.
“Kalau selama ini para siswa kita, membaca buku karya orang lain, nantinya siswa-siswa kita diharapkan bisa membaca buku-buku hasil karya gurunya sendiri,” pinta Kadisdikpora Bireuen ini.
Sebelumnya, Panitia Pelaksana, Zamzami S.Pd mengatakan, seminar ini diikuti 220 orang peserta, terdiri dari, Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah dan Guru tingkat RA/TK. SD. SMP Se-Kabupaten Bireuen, serta Pengawas Sekolah, menghadirkan narasumber Muhammad Ihsan S.Pd, dari Media Guru Surabaya.
Menurut Zamzami, bocoran dari Kemdikbud, yang dinilai dan point paling banyak pada Lomba Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Berprestasi Tingkat Nasional, adalah harus menulis buku.
Untuk memperoleh nilai dan point tersebut, kita harapkan para kepala sekolah, guru dan pengawas, kiranya dengan adanya seminar ini, kiranya dapat memberikan motivasi untuk bisa menulis buku hasil karya sendiri.
“Jika anda ingin dikenal orang, maka sebelum meninggal menulislah buku agar anda selalu dikenal orang,” kata Kasi Kelembagaan dan Sarana Prasarana Disdikpora Bireuen ini. (Herman Suesilo)








