warga Teupin Siron menerima bantuan tongkat jalan

KABAR BIREUEN-Dinas Sosial (Dinsos) Bireuen melaui Ulvia S.Si Bidang Pelayanan dan dan Rehabilitasi Sosial.menyerahkan tiga kursi roda dan tongkat kepada disabilitas dan lansia di Desa Teupin Siron, Kecamatan Gandapura, (5/3/2020) lalu.

Bantuan dari Dinsos Bireuen tersebut kemudian disalurkan kepada empat lansia, berupa tiga kursi roda dan satu tongkat pada 9 Maret 2020.

Bantuan diserahkan oleh M. Jaril Thaib (Sekretaris gampong) dengan ditemani Jailani Nanggroe (Kepala Dusun Tgk. Adam) dan Iskandar M (Kasi keistimewaan).

Kabid Rehabilitasi Sosial, Faisal Kamal, S. Sos menyatakan, bantuan itu tidak bisa diserahkan semua sesuai dengan permohonan, karena di Dinsos Bireuen salah satu syarat penerima harus berumur diatas 60 tahun, dan harus masuk dalam data Basis Data Terpadu (BDT).

“Ada tujuh permohonan yang masuk, tapi kami hanya bisa menyalurkan empat. Diatas umur 60 tahun, belum bisa dihandle di Dinsos Bireuen,” ujar Faisal.

Walau demikian, Aparatur Gampong Teupin Siron, menyampaikan apresiasi atas tindakan cepat yang dilakukan oleh pihak Dinsos.

Hal tersebut diutarakan Sekretaris Gampong, M. Jaril Thaib  yang menyebukan,  ada tiga warga lagi yang belum mendapatkan bantuan.

Penerima bantuan kursi roda warga Teupin Siron , Gandapura

“Kami mengikuti prosedur, jika memang tidak sesuai dengan permohonan maka kami tetap akan melakukan langkah lain. Agar semua masyarakat kami terakomodir kebutuhan mereka, khususnya bagi kelompok marjinal,” jelasnya.

M. Jaril juga mengucapkan terima kasih kepada LSM Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh, yang telah turut membantu memfasilitasi pihak kabupaten dengan gampong.

Karena yang diketahui bahwa GeRAK termasuk fokus dengan program The Asia Foundation- Social Accountability and Public Participation (TAF- SAPP).

Rasa haru terlihat di wajah M. Yusuf Amin (73 tahun) saat menerima bantuan  kyrsi roda tersebut.

Dia selama hampir lima tahun hanya bisa terkapar di tempat tidur. Dengan adanya bantuan kursi roda, bisa bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya. Mengakui bahwa telah bisa menikmati kembali alam yang tidak pernah dilihat sebelumnya.

“Sebelumnya saya ngesot jika mau ke dapur atau kamar mandi, atau lebih sering diangkat oleh adik dan keponakan. Saya merasa telah merepotkan orang selama lebih kurang lima tahun, tapi dengan adanya kursi roda sangat meringankan beban saya dan keluarga,” ungkapnya dengan mata berbinar haru.

Sebelumnya, guna meningkatkan pelayanan sosial dasar khususnya untuk kelompok marjinal, aparatur Gampong Teupin Siron melakukan kunjungan ke rumah disabilitas dan lansia.

Ditemukan tujuh warga yang membutuhkan bantuan, berupa kursi roda dan tongkat. Aparatur mengambil inisiatif dengan menyerahkan proposal bantuan ke Dinas Sosial Bireuen. (REL)

 

BAGIKAN