KABAR BIREUEN – Kegiatan Lomba Kompetensi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (LKS SMK) Tingkat Provinsi Aceh yang ke-28 Tahun 2019, kembali digelar. Tahun ini kegiatannya dipusatkan di Kabupaten Bireuen dan Kota Lhokseumawe. Memperlombakan 39 cabang.

Selain itu, panitia juga menyediakan stand pameran produk inovasi unggulan untuk setiap perwakilan MKKS-SMK masing-masing kabupaten/kota.

Kegiatan yang dipusatkan di Halaman Pendopo Bupati Bireuen ini, berlangsung 7-12 September 2019. Pesertanya para siswa-siswi SMK dan didampingi guru pendamping dari 23 Kabupaten/Kota dengan keseluruhan 764 peserta, yang terdiri dari 414 siswa dan 350 guru pendamping.

Pembukaan LKS SMK tersebut yang dilaksanakan pada Sabtu malam (7/9/2019). Meski diguyur hujan lebat, acaranya berlangsung meriah. Masyarakat tetap antusias menyaksikannya dan rela kehujanan.

Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, dalam sambutannya yang dibacakan Bupati Bireuen H Saifannur S Sos, mengatakan, dari tahun ke tahun prestasi siswa SMK Aceh mulai meningkat. Hal itu bisa dilihat dari hasil Lomba Kompetensi SMK tingkat nasional yang selalu diikuti utusan dari Aceh.

Bahkan, pada LKS SMK tingkat nasional di Yogyakarta Juli 2019 lalu, siswa SMK asal Aceh mampu meraih empat medali. Torehan itu membuktikan bahwa kualitas SMK di Aceh mampu bersaing di tingkat nasional.

“Ke depan ini, kita akan terus meningkatkan kualitas semua SMK yang ada di seluruh Aceh. Untuk itu, kita perlu berupaya menciptakan kondisi belajar yang nyaman serta menghadirkan daya saing dan semangat kompetensi yang sehat. Pemahaman siswa SMK tentang Revolusi Industri 4,0 mutlak harus diperkuat, mengingat semua aktivitas usaha saat ini sudah menggunakan sistem digital yang terkoneksi dengan internet,” jelasnya.

Dia berharap, para siswa SMK harus siap menghadapi era ini, dengan memperdalam pengetahuannya di bidang teknologi. Karena itu, semangat belajar dan berkompetisi harus ditingkatkan.

Menurutnya, ajang LKS ini adalah salah satu sarana untuk memperkuat semangat tersebut. Di ajang ini, para peserta akan diuji kemampuannya sesuai kategori yang dilombakan. Untuk itu, diminta kepada para siswa yang menjadi peserta LKS ini, agar fokus mengikuti seluruh kegiatan yang dilombakan.

“Kerahkan seluruh kemampuan kalian untuk bisa meraih prestasi terbaik pada ajang ini. Saya percaya, kalian adalah siswa terbaik di sekolah masing-masing. Kini saatnya kalian mencetak prestasi di tingkat provinsi. Karya-karya terbaik di ajang ini, tentunya berpeluang mendapat promosi yag lebih tinggi,” harap Plt Gubernur Aceh, sebagaimana disampaikan Bupati Saifannur.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Drs Rachmat Fitri DH MPA menjelaskan, kegiatan LKS jenjang SMK ini bertujuan menyediakan wahana bagi siswa SMK untuk mengasah karakter positif, produktif, kreatif dan inovatif. Selain itu, juga memotivasi siswa SMK untuk meningkatkan keahlian sesuai standar dunia usaha dan industri.

“Mendorong produktivitas siswa SMK untuk mampu bekerja secara optimal dan menghasilkan produk inovatif, serta meningkatkan kerjasama yang lebih intensif antara lembaga pendidikan (SMK) dengan dunia usaha/dunia industri (DUDI), asosiasi profesi dan berbagai pihak lainnya,” paparnya.

Ditambahkannya, ajang LKS memberikan kesempatan dan motivasi kepada siswa SMK untuk berkompetisi secara positif. Menyediakan sarana pengembangan dan pengakuan keunggulan kerja bagi siswa SMK yang memiliki kompetensi sesuai dengan tuntutan dunia kerja. Memberikan pengalaman untuk mencapai prestasi tertinggi di bidangnya, dengan menjunjung tinggi nilai kejujuran dan mengasah soft skill.

Rachmat Fitri melanjutkan, selain diadakan lomba, juga ada stand pameran. Tujuan utama pelaksanaan pameran ini, supaya masyarakat bisa melihat langsung buah karya anak-anak SMK, dan menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SMK.

“Hasil kegiatan ini kita harapkan, terpilihnya putra/putri terbaik Aceh dalam bidang lomba yang mereka ikuti. Dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam bidang skill, dan berkembangnya sikap kompetitif dalam diri siswa serta terasahnya kepekaan dalam menghargai karya orang lain,” harap Rachmat Fitri. (Adv)

BAGIKAN