KABAR BIREUEN-Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PII) Kabupaten Bireuen berhasil mengadakan kegiatan training terpadu yang diikuti oleh ratusan peserta baik dari Bireuen maupun di luar Bireuen, Minggu, 26 Mei 2019.
Kegiatan yang bertakjub training karakter berjiwa kepemimpinan yang dilaksanalan oleh pengurus daerah PII Bireuen periode 2019-2020
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Ketua umum PD PII Bireuen, Zulvi Alhafiz Jeumpa, yang dalam sambutanya mengharapkan training karakter ini sebagai bentuk pembekalan terhadap siswa-siswi.
“Agar memahami bagaimana hakikat kehidupan dan norma norma yang sesuai dengan syariah islam, karakter kepemimpinan, melahirkan bibit bibit unggulan yang aktif dan progresif dalam menjawab segala bentuk persoalan zaman,” sebutnya.
Kegiatan training terpadu juga adalah kegiatan rutin dari PII Bireuen dalam pembinaan dan pengembangan karakter pelajar.
Mengingat hari ini banyak pelajar yang terjerumus dalam hal yang buruk seperti pergaulan bebas narkoba dan lainnya.
“Sehingga PII sebagai benteng utama dalam menumbuhkan jiwa bahwa pelajar harus mempu menjadi pemimpin masa depan nanti dengan ilmu ilmu agama,” katanya.
Ketua panitia kegiatan TM. Fajar Muharromi mengatakan, kegiatan semacam ini adalah bagian dari pembuktian bahwa PII Bireuen selalu berada bersama pelajar dalam pembinaan karakter dan sistem pembelajaran Islam.
Karena kader kader hari ini adalah unjung tombak negara dalam meneruskan perjuangan ummat nanti nya.
Dia juga menyebutkan, kegitan training terpadu sendiri terdiri dari 3 paket kegitan utama, yaitu, Leadership basic training, Isteecoemah II ( diikuti oleh 30 peserta dari berbagai kabupaten/kota ) dan Latihan brigade tingkat dasar. ( Se-Aceh )
Kegiatan LBT dan istiqomah itu di laksanakan di SMAN 1 Bireuen. Juga ada kegiatan latihan brigade tingkat dasar di SMKN 1 Bireuen
Dia berharap agar kedepannya setiap sekolah di Bireuen dapat ikut berpartisipasi aktif dalam mewujudkan pembinaan karakter.
“Harapan saya kedepannya agar Training Terpadu yang dilaksanakan oleh Pengurus Daerah PII Bireuen ini tidak hanya diikuti oleh beberapa sekolah saja, namun juga diikuti oleh seluruh sekolah di Bireuen, dengan mengirimkan beberapa siswa/i nya untuk mengikuti training tersebut. Hal ini perlu dilakukan karena memikir dan menimbang kondisi pelajar di Bireuen ini sendiri,” pungkas TM Fajar Muharromi. (REL)












