Dewan Ingatkan Camat Jangan “Buang Badan”, Data Korban Banjir di Bireuen Minta Dikaji Ulang

KABAR BIREUEN, Bireuen – Wakil Ketua I DPRK Bireuen, Surya Dharma, SH, mengingatkan para camat tidak boleh lepas tanggung jawab atas kisruhnya pendataan korban banjir yang berujung pada polemik penyaluran bantuan di sejumlah kecamatan. Ia meminta data penerima bantuan segera dikaji ulang agar tidak terus memicu kecemburuan sosial di tengah masyarakat.

Hal itu disampaikan Surya Dharma kepada wartawan, Sabtu (21/2/2026), menyusul protes sejumlah keuchik di Kecamatan Gandapura dan Peusangan terkait penyaluran bantuan yang dinilai tidak tepat sasaran.

“Jangan sampai camat ‘buang badan’ saat dipertanyakan soal data yang amburadul. Pendataan awal tetap berada di kecamatan, jadi camat harus bertanggung jawab jika ada kekeliruan,” tegasnya.

Menurut Surya Dharma, ketidakjelasan kategori kerusakan rumah, seperti perbedaan antara rusak ringan, sedang, dan berat, menjadi salah satu sumber kekisruhan data. Ia menilai kurangnya sosialisasi kepada para keuchik membuat usulan data penerima bantuan menjadi simpang siur.

“Kami mendengar langsung keluhan para keuchik. Camat seharusnya melakukan evaluasi dan sosialisasi yang jelas terkait kriteria pendataan. Jangan asal-asalan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar seluruh bantuan pemerintah pusat untuk korban banjir tidak dipolitisasi. Bantuan tersebut, kata dia, bersumber dari APBN dan diperuntukkan sepenuhnya bagi masyarakat terdampak.

“Semua jenis bantuan pemerintah pusat untuk korban bencana jangan dipolitisi. Termasuk usulan data yang sampai saat ini masih simpang siur akibat tidak adanya penjelasan kategori yang jelas,” katanya.

Surya Dharma meminta camat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengkaji ulang data korban banjir secara menyeluruh, guna memastikan bantuan seperti Dana Tunggu Hunian (DTH) dan lainnya benar-benar tepat sasaran.

Keuchik Protes Penyaluran Bantuan

Sebelumnya, sejumlah keuchik di Kecamatan Gandapura dan Peusangan memprotes penyaluran bantuan DTH maupun bantuan daging meugang dari Presiden bagi korban banjir yang tidak merata dan terkesan pilih kasih.

Mereka menilai pendataan belum akurat, sehingga menimbulkan kecemburuan sosial di tingkat gampong. Beberapa keuchik enggan pernyataannya terkait hal tersebut dipublikasikan karena khawatir mendapat teguran dari camat.

“Data jangan amburadul dan jangan pilih kasih. Kalau desa lain dapat, kami juga harus ada. Jangan sampai masyarakat mempertanyakan kepada kami kenapa desa lain dapat sementara mereka tidak,” ujar salah seorang keuchik.

Para keuchik berharap, pemerintah daerah segera membenahi sistem pendataan agar polemik penyaluran bantuan tidak terus berlarut-larut dan tak kehilangan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. (Suryadi)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Kapolda Aceh: Pemasok Cartridge Mengandung Etomidate di Bireuen Masuk DPO

0
KABAR BIREUEN, ‎Banda Aceh - Kapolda Aceh, Irjen Pol. Ruddi Setiawan, mengungkap pemasok cartridge atau vape getar yang mengandung etomidate dalam kasus narkotika di...

Setelah Terima SK Kepengurusan, Ketua PPP Bireuen Silaturahmi ke KIP dan Badan Kesbangpol

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bireuen, Edi Saputra, SH MM bersama jajaran pengurus melakukan silaturahmi dan koordinasi dengan...

Perkuat Kapasitas Organisasi, APRI Aceh Gelar Persiapan Rakerwil II 2026 Secara Virtual

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Guna memantapkan program kerja, memperkuat koordinasi organisasi di tingkat wilayah dengan kabupaten/kota, dan membangun sinergitas dengan instansi pembina, Pengurus...

51 Calon Mahasiswa Berebut Kursi Pascasarjana Umuslim, Seleksi Berlangsung Tiga Tahap

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Sebanyak 51 calon mahasiswa mengikuti Ujian Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Program Pascasarjana Universitas Almuslim (Umuslim) Gelombang I Tahun Akademik...

Perkuat Kapasitas Guru Dayah, Tandaseru Beri Pelatihan di Dayah Babussalam

0
KABAR BIREUEN, Jeunieb - Pendiri Lembaga Psikologi dan Konsultan Training Tandaseru Indonesia, Lailan F. Saidina, mengajak guru dayah untuk memperkuat perannya sebagai pendidik sekaligus...

KABAR POPULER

Dukung PSSB ke Piala Soeratin U-13 Aceh, Bupati Bireuen Janji Benahi Stadion Paya Kareung

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh perjuangan PSSB Bireuen yang akan berlaga pada Piala Soeratin...

Kelompok Tani Bireuen Bantah Program CSB, Oplah, dan Irpom Tak Bermanfaat

0
KABAR BIREUEN, Bireuen– Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Bireuen turun tangan mengkoordinasikan pertemuan antara kelompok tani penerima manfaat, para keuchik, dan pihak media, Minggu...

Polemik Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa, Puluhan Warga Matang Sagoe Datangi Kejari Bireuen

0
KABAR BIREUEN,Bireuen–Puluhan perwakilan masyarakat bersama sejumlah tokoh Gampong Matang Sagoe, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Bireuen pada Senin, 10 Agustus 2026. Kedatangan...

Kapolda Aceh: Pemasok Cartridge Mengandung Etomidate di Bireuen Masuk DPO

0
KABAR BIREUEN, ‎Banda Aceh - Kapolda Aceh, Irjen Pol. Ruddi Setiawan, mengungkap pemasok cartridge atau vape getar yang mengandung etomidate dalam kasus narkotika di...

Pelatih PASI Bireuen Juara Master Lilawangsa Run 2026, Jadi Motivasi Menuju PORA XV Aceh...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Pelatih Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Bireuen, Marjoni, menunjukkan performa apik dengan meraih juara pertama kategori master pada ajang...