KABAR BIREUEN – Sebanyak 30 mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan akan dikirim ke Universitas Pakuan (Unpak) Bogor, untuk mengikuti perkuliahan selama dua bulan. Mereka akan berangkat ke sana awal September mendatang.
Demikian informasi disampaikan Rektor Umuslim, Dr. H. Amiruddin Idris, SE.,M.Si melalui Kepala Prodi PGSD FKIP Umuslim, Ahmad, M.Pd kepada Kabar Bireuen, Jumat (20/7/2018).
Menurutnya, keberangkatan mahasiswa tersebut dalam rangka pertukaran mahasiswa dua perguruan tinggi tersebut, setelah Umuslim memenangkan hibah Sistem Pembelajaran Daring Indonesia (SPADA) PGSD yang merupakan program Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti.
“Mahasiswa FKIP Prodi PGSD Umuslim akan kuliah di Unpak Bogor selama dua bulan untuk belajar dua mata kuliah. Sedangkan mata kuliah yang laiannya akan dilakukan belajar jarak jauh (E-Learning), demikian juga sebaliknya Unpak Bogor akan mengirimkan 30 mahasiswanya untuk tinggal dan belajar di Umuslim dengan waktu yang sama,” terangnya.
Dia menjelaskan, program daring ini merupakan sebuah program yang dirancang Kemenristekdikti bertujuan untuk meningkatkan akses terhadap pembelajaran yang bermutu. Dengan memberikan peluang dari mahasiswa dari satu perguruan tinggi tertentu untuk dapat mengikuti mata kuliah tertentu dari perguruan tinggi lainnya. Hasil belajarnya, dapat diakui sama oleh perguruan tinggi di tempat mahasiswa terdaftar.
“Kita berhasil memenangkan hibah yang dilaksanakan Dirjen Dikti. Yang menang hibah program ini hanya 24 Prodi PGSD, baik perguruan tinggi negeri maupun swasta di seluruh Indonesia. Ini merupakan tahun kedua Umuslim memenangkan program ini,” sebut Ahmad.
Ditambahkannya, selain hibah pertukaran mahasiswa, Umuslim juga menang dalam program mata kuliah, di mana nantinya mahasiswa Umuslim akan mendapat pembelajaran e-learning jarak jauh (online) sebanyak tiga mata kuliah dengan Unpak Bogor.
Begitu juga mahasiswa Unpak Bogor, kata dia, akan mendapat pembelajaran dari dosen Umuslim secara online. Semua biaya \pProgram hibah ini ditanggung oleh Dikti, dengan sistem pertukaran mahasiswa antar perguruan tinggi yang telah ditunjuk.
“Proses pembelajaran mata kuliah daring ini, dikembangkan berbasis online melalui e-learning atau Learning Management System (LMS), karena semua data spada tersebut akan terintegrasi dengan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi,” jelas Ahmad. (Rizanur)










