KABAR BIREUEN – Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Bireuen, Drs Muhammad Yusuf, M.Pd, Selasa (12/9/2017) pagi, secara resmi melepas 23 siswa SMK untuk mengikuti Seleksi Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat provinsi di Banda Aceh, mewakili Kabupaten Bireuen.
Ke-23 peserta itu berasal dari sejumlah SMK se-Kabupaten Bireuen, hasil seleksi tingkat kabupaten, yang dilaksanakan selama dua hari (15-16/8/2017) lalu.
Mereka akan mengikuti seleksi lomba LKS tingkat provinsi, pada tanggal 13-16 September 2017, yang diselenggarakan di SMK 1, SMK 2 dan SMK 3 Lhong Raya Banda Aceh.
Pada kesempatan itu, Ketua MKKS SMK Kabupaten Bireuen, Drs Muhammad Yusuf,M.Pd, menjelaskan, Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK tersebut sangat efektif dalam membina dan membangun karakter para siswa.
“Selain itu, melalui lomba yang bersifat kompetisi, para siswa akan diajak mengembangkan kemampuan berpikir, bekerja/praktek secara kreatif serta inovatif dan melatih daya juang,” katanya.
Para peserta LKS SMK Kabupaten Bireuen, diharapkannya dapat menggunakan ajang bergengsi antar siswa SMK ini sebaik-baiknya, guna meraih prestasi yang optimal. Ini merupakan kesempatan emas untuk menunjukkan kemampuan siswa SMK Kabupaten Bireuen.
“Insya Allah, kita mampu meraih hasil maksimal dan prestasi yang membanggakan di tingkat provinsi bahkan nasional,” ujar Muhammad Yusuf.
Dirincikannya, para Duta LKS Kabupaten Bireuen ini, akan berjuang dalam 23 bidang sesuai dengan bidang masing-masing dilombakan, yakni. AutomobileTechnology. Welding (pengelasan). Electronic Application. Refrigeration. Electrical Instaliation. IT Networking Support. Plumbing And Heating.
Kemudian, CADD Building. Cabinet Making Wall And Floor Tilling, Bricklaying, Web Deslgn, Accounting, Secretary, Ladies Dressmaking, Animation.
Selanjutnya, Fishery. Nautica, Post Harvest Technology, Livestock, Agronomy, Graphic Design Technology dan Visual Merchandising.
Ditambahkan, peserta seleksi LKS didamping oleh dua orang guru pendamping, yaitu Mursalin, ST, MT (guru SMKN 1 Bireuen) dan Rusydi, S.Pd (guru SMKN 1 Peusangan).
“Kita harapkan, para peserta dapat mengikuti lomba tersebut dengan baik. Lomba ini bukan lagi membawa bendera masing-masing sekolah, tapi membawa bendera kabupaten,” pungkas Muhammad Yusuf. (Herman Suesilo)









