KABAR BIREUEN, Bireuen – Badan Baitul Mal Kabupaten (BMK) Bireuen akan membangun 81 unit rumah layak huni untuk kaum fakir miskin dan duafa pada tahun 2025.
Rumah yang akan dibangun tersebut dengan anggaran Rp90 juta/unit tipe 36 plus.
Program ini merupakan komitmen berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat kurang mampu di wilayah Bireuen.
Program bantuan rumah layak huni ini merupakan bagian dari upaya BMK Bireuen untuk mendukung Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam membantu kaum duafa yang masih kesulitan memiliki tempat tinggal yang layak.
Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dan memberikan dampak positif yang nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Bireuen.
Ketua BMK Bireuen, Tgk Muhammad Hafiq, S.Sy menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh muzakki (pemberi zakat) yang telah mempercayakan penyaluran zakat dan infaknya melalui lembaga resmi ini.
“Atas nama BMK Bireuen, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para muzakki yang telah mempercayakan amanah zakat dan infaknya melalui Baitul Mal Bireuen. Kepercayaan ini menjadi energi positif bagi kami untuk terus berkontribusi membantu masyarakat yang membutuhkan,” sebut Tgk Hafiq.
Tgk Hafiq juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal proses penyaluran bantuan rumah ini.
“Kami mengajak semua pihak, termasuk tokoh masyarakat dan lembaga terkait, untuk turut mengawal proses penyaluran bantuan ini agar benar-benar tepat sasaran dan terhindar dari praktik pungutan liar oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” harapnya.
Akan Salurkan Zakat Guru SMA/SMK/SLB Terbuka Secara Online
Badan Baitul Mal Kabupaten (BMK) Bireuen menjalin kerjasama dengan Baitul Mal Aceh untuk menyalurkan zakat kepada guru dan insan pendidikan di Kabupaten Bireuen pada tahun 2025.
Program ini merupakan wujud perhatian khusus terhadap peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik dan peserta didik yang kurang mampu.
Penyaluran zakat akan difokuskan pada beberapa segmen. Untuk kategori fakir uzur bantuan sebesar Rp1.500.000 dan janda fakir Rp1.500.000 masing-masing disiapkan untuk 119 orang.

Selain itu, disalurkan juga bantuan konsumtif untuk keluarga miskin sebanyak 91 orang sebesar Rp1.000.000.
Dunia pendidikan mendapat porsi yang signifikan. Sebanyak 820 siswa miskin dari tingkat SMA, SMK, dan SLB akan menerima bantuan Rp1.000.000 rupiah.
Tidak ketinggalan, para penuntut ilmu di dayah juga menjadi prioritas dengan kuota 200 santri dan 30 guru dayah yang akan dibantu Rp1.000.000.
Untuk mendukung kemandirian, program ini juga menyertakan bantuan usaha individu bagi 70 penerima yang berpotensi untuk dikembangkan dalam bentuk modal usaha kecil sebesar Rp2.500.000.
Menyongsong tahun 2025, BMK Bireuen mengimplementasikan sistem pendaftaran mustahik (penerima zakat) secara online.
Terobosan ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana zakat dan infak, sehingga masyarakat dapat memantau prosesnya dengan lebih terbuka.
Kerjasama antara BMK Bireuen dan Baitul Mal Aceh ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi para guru, siswa, dan santri, sekaligus mendukung program pemerintah dalam memajukan dunia pendidikan dan mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Bireuen.
Kepala Sekretariat, Zubir Putra SE, MM juga mengharapkan semoga bantuan ini bisa meringankan siswa dari keluarga miskin terutama kebutuhan pendidikan.
Zubir Putra menegaskan, informasi resmi mengenai program ini dapat diperoleh langsung melalui kantor Sekretariat Baitul Mal Bireuen.
BMK Bireuen mengingatkan masyarakat, seluruh proses bantuan dilakukan secara gratis tanpa dipungut biaya apapun. (Ihkwati)










