KABAR BIREUEN–Setelah ditutup Sabtu menjelang Lebaran Idul Fitri 1441 hijriah, Pasar Hewan Glumpang Payong  dibuka  kembali Sabtu (30/5/2020).

Para pedagang hewan ternak sapi, kerbau dan kambing, biri-biri  dari berbagai kecamatan dalam Kabupaten Bireuen mulai  ramai  membawa  dagangan berbagai jenis ternak untuk dipasarkan di Pasar Hewan Geulumpang Payong.

Plt Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bireuen, drh Liza Rozana dalan surat edarannya Nomor 524/36/2020 tanggal 9 April 2020 yang ditempelkan di Pasar Hewan Geulumpang Payong untuk mencegah penyebaran virus corona (covid-19) para pedagang dan pembeli ternak di pasar hewan diharapkan tetap memakai masker, cuci tangan, jaga jarak dengan orang lain minimal satu meter.

Amatan Kabar Bireuen di Pasar Hewan Geulumpang Payong Sabtu (30/5/2020) terlihat masih banyak pedagang dan pembeli ternak yang mengabaikan memakai masker, karena pasar hewan sanagt ramai berkumpulnya pedagang dan pembeli dalam kondisi covid-19 sangat beresiko terhadap dirinya dan orang lain.

Pasar Hewan Geulumpang Payong selain dipadati berbagai jenis hewan ternak, juga dipadati para pedagang dan pembeli ternak yang berdatangan dari berbagai kecamatan agar tetap mematuhi protokol kesehatan agar masyarakat terhindar dari peyebaran virus corona.

Pasaran harga hewan ternak sapi, kerbau, kambing dan biri-biri masih stabil mengingat masih dalam suasana Idul Fitri pembeli masih sepi.

Konon lagi sejak kondisi covid-19 dan sejak ditutupnya sementara transportasi Medan – Aceh pedagang ternak dari Medan (Sumut) tidak ada yang membeli ternak di Pasar Hewan Geulumpang Payong Bireuen.

Salah seorang pemilik sapi betina (Leumo Dara) jenis sapi Brahma yang selama ini ternaknya sudah berkembang di Kabupaten Bireuen dijual kepada pembeli Rp 13,5 juta, sementara jenis sapi jantan Aceh berat 100 kg masih bertahan  Rp 17 – Rp 18 juta per ekor.

Pengelola Pasar Hewan Geulumpang Payong dan petugas Peternakan Kecamatan Jeumpa  Sulaiman, SP mengatakan, untuk menghindari transaksi jual-beli ternak curian di Pasar Hewan Geulumpang Payong setiap pemilik hewan harus memiliki surat keterangan ternak dari keuchik di mana asal ternak.

Kemudian menukar surat kepemilikan dari keuchik dengan surat petugas Pasar Hewan,  ternak tersebut baru dapat diperjual belikan di pasar hewan, dan tanpa adanya surat kepemilikan dari Keuchik,  hewan tidak dapat diperjual belikan di pasar hewan.

“Hingga saat ini belum ada sapi curian yang diperjual belikan di pasar Hewan, semua pemilik hewan memiliki surat keterangan kepemilikan ternak yang sah dari keuchik gampong masing-masing,” ujar Sulaiman. (H.AR Djuli).

BAGIKAN