KABAR BIREUEN – Anggota Komisi X DPR RI Anwar Idris memberikan apresiasi atas kebijakan pemerintah yang memprioritaskan guru honorer K2 untuk diseleksi menjadi calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Hal ini penting, katanya, sebagai bentuk perhatian negara terhadap masyarakat yang telah mengabdikan diri bagi negera.
“Kalau rekomendasi di Komisi X tetap meminta seluruh guru K2 dikurangi yang lolos CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil), sisanya harus otomatis diangkat menjadi PPPK,” ujar Anwar Idris sebagaimana keterangan tertulis yang diterima Kabar Bireuen, Sabtu (19/1/2019).
Politikus PPP itu mengatakan, PPPK merupakan apresiasi sekaligus solusi dari pemerintah untuk menyelesaikan persoalan guru honorer K2 yang telah mengabdi puluhan tahun di sekolah. Itu sebabnya mereka tidak perlu lagi dilakukan tes. Meski demikian hingga sekarang belum ada petunjuk teknis tentang bagaimana mekanisme seleksi ini dilakukan.
“Mereka sudah puluhan tahun mengajar. Tidak ada alasan kemudian mereka dilakukan tes. PPPK ini kan sesungguhnya apresiasi untuk jerih payah mereka yang sudah mengabdi puluhan tahun dalam dunia pendidikan. Komisi X memastikan akan mengawal proses ini,” ucap mantan Anggota DPR Aceh yang setiap tahun memperjuangkan beasiswa untuk puluhan ribu siswa di Aceh.
Sebagaimana diberitakan, pemerintah akan melakukan rekrutmen PPPK pada akhir Januari 2019. Nantinya PPPK akan mendapatkan hak dan fasilitas yang sama dengan PNS terkecuali uang pensiun.
Pengangkatan PPPK ini mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). (Ihkwati)











