KABAR BIREUEN – Kegiatan Festival Sate Matang bertujuan memacu meningkatkan potensi ekonomi masyarakat dari segala sektor potensial, termasuk program pengembangan wisata guna menarik minat wisatawan lokal dan mancanegara berkunjung ke Aceh.
Hal itu dikatakan Kabid Sejarah dan Nilai Budaya Disbudpar Aceh, Dra Irmayani kepada wartawan dalam konferensi persnya usai pembukaan Festival Sate Matang, Sabtu (30/3/2019) di Lapangan Galacticos, Bireuen.
“Kita menggelar Festival Sate Matang, karena telah dikenal masyarakat luas, sehingga menjadi pilihan Disbudpar Aceh untuk terus melestarikan kuliner khas ini. Disbudpar Aceh dengan komitmen kuat bertekad mengangkat objek destinasi wisata kuliner Bireuen menjadi salah satu unggulan di Aceh,” sebutnya, yang didampingi Wabup Bireuen Muzakkar A Gani dan Kadisdikpora Bireuen, Drs M. Nasir M.Pd.
Pihaknya berharap, dengan Festival Sate Matang ini, mampu mendongkrak potensi ekonomi rakyat, melalui wisata kuliner. Selain itu, juga untuk melestarikan kekayaan khasanah budaya Aceh asal Kabupaten Bireuen.“
Anggaran kegiatan festival Sate Matang ini dari Provinsi sebesar Rp 500 juta. Kita harapkan, ada perputaran ekonomi masyarakat. Pedagang mendapat pemasukkan dari hasil penjualan sate atau makanan lainnya selama pameran kuliner tersebut berlangsung selama dua hari ini,” harapnya.
Sehingga, dari sektor wisata kuliner di seluruh Aceh dengan ragam jenis makanan khas. Selain memacu pertumbuhan ekonomi rakyat, juga diharapkan mampu memberi kontribusi terhadap Pajak Domestik Bruto (PDB).
Festival Sate Matang diikuti 11 pedagang Sate Matang, 13 pedagang Peunajoh Aceh, 38 sekolah peserta lomba serta 17 kecamatan se-Kabupaten Bireuen. (Ihkwati)
.











