KABAR BIREUEN – Wakil Bupati Bireuen, Dr H Muzakkar A Gani membuka secara resmi Festival Sate Matang, Sabtu (30/3/2019) di Lapangan Galacticos, Cot Gapu, Bireuen.
Wabup Muzakkar dalam sambutannya menyebutkan, Sate Matang sudah sejak lama telah menjadi salah satu kuliner andalan Bireuen. Sudah banyak sekali warung yang menjajakan hidangan khas ini,
baik di Matang sendiri sebagai daerah asalnya, juga wilayah-wilayah lain di Bireuen, dan kota-kota lain di Aceh serta di Indonesia. Hal ini tentunya menjadi etika kenikmatan citarasa khas Bireuen dapat dikenal suatu kebanggaan bagi masyarakat Breuen, ketika keseluruh nusantara.
Selain itu Sate Matang juga telah menjadi salah satu usaha yang menggerakkan roda ekonomi masyarakat Bireuen. wisatawan yang melintasi jalan lintas Banda Aceh-Medan kerap singgah di warung- warung Sate Matang yang banyak terdapat di pinggir jalan lintas provinsi tersebut.
Sate Matang sebagai kekayaan kuliner Bireuen memang memiliki nilai budaya, sejarah, sosial, hingga ekonomi yang besar. Sehingga, Sate Matang sangat berpotensi menjadi ikon wisata kuliner Bireuen. Bukan hanya Sate Matang, tapi masih banyak lagi kuliner lain di Bireuen yang juga tidak kalah potensinya dengan Sate Matang.
Bireuen memang memiliki banyak sekali variasi kuliner tradisional yang nikmat citarasanya, seperti bu sie itiek, nagasari, rujak mameh dan banyak lainnya. Bireuen layak menjadi salah satu destinasi wisata kuliner andalan di Aceh, dan Bireuen siap menjadi destinasi wisata kuliner unggulan di Aceh.
Kabupaten Bireuen akan terus berbenah untuk menjadi daerah wisata kuliner yang unggul. Selain itu, para pedagang dan pengusaha kuliner di Bireuen juga wajib terus memperbaiki diri dan berinovasi. Terutama dalam pelayanan, kebersihan dan keramahan terhadap pengunjung.
“Terus lestarikan dan mempromosikannya. Jangan sampai warisan ini lenyap termakan budaya kuliner luar yang sekarang lebih diminati kaum muda milenia,” pesannya.
Pihaknya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Aceh, lewat Dinas Kebudayaarn dan Pariwisata Aceh yang telah menggelar festival ini di Bireuen.
“Semoga akan semakin banyak lagi event- event sejenis yang akan dilaksanakan di Bireuen, yang berdampak tidak hanya pada promosi daerah, tapi juga pada ekonomi masyarakat Bireuen. Saya berharap event ini menjadi agenda rutin setiap tahun dan menjadi salah satu ikon Kabupaten Bireuen,” pungkasnya.
Kegiatan yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh yang bekerja sama dengan Pemkab Bireuen tersebut berlangsung selama dua hari, 30-31 Maret 2019.
Pada hari pertama usai acara pembukaan, ada kenduri Sate Matang gratis untuk 1000 pengunjung pertama.
Lalu, siangnya pukul 14.00-16.00 WIB dilanjutkan dengan Lomba memasak Sate Matang tingkat kecamatan se-Kabupaten Bireuen.
Kemudian sore harinya, pukul 16.00- 18.00 WIB, ada lomba memasak Sate Matang tingkat profesional dan kemudian penampilan Cagok Rangkang Sastra.
Malam harinya 20.00-22.00 WIB akan ada piasan seni, Rapai Debus dan Rabbani Wahed. (Ihkwati)











