Sabtu, 4 Juli 2026

Berkah Pemilu Bagi Pedagang Es Bandung

KABAR BIREUEN– Armiadi tak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk tetap berjualan  hari pemilihan untuk memilih Calon Presiden dan Legislatif, Rabu (14/2/2024).

Sambil menunggu waktu pencoblosan, dia menjajakan daganganya berupa Es Bandung dari gerobak dagangannya di pinggir jalan depan kantor keuchik dan Meunasah Desa Cot Keutapang, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen.

Banyak warga yang membeli es yang dijualnya di dalam kantong plastik seharga Rp5 ribu tersebut usai atau sambil menggu menggunakan hak pilihnya di empat Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang disediakan di desa yang berjarak 2 kilometer dari pusat Kota Bireuen itu.

“Saya haus, kebetulan ada Es Bandung, pas kali cuaca juga agak panas. yan udah saya beli lah,” sebut Nurhayati kepada Kabar Bireuen.

Pria 51 tahun  yang sudah 25 tahun melakoni pekerjaan sebagai penjual Es Bandung itu menyebutkan, Es Bandung yang dijualnya hampir habis.

“Alhamdulillah tinggal sedikit lagi, dari tiga tungku berisi Es bandung di gerobak itu, satunya sudah habis hanya tinggal es batu saja,” katanya sambil membuka penutup memperlihatkan isinya kepada wartawan Kabar Bireuen.

Dikatakan bapak tujuh anak itu, sehari-hari dia biasa mangkal di kawasan Simpang Beng Siri, Kawasan Blang Bladeh, Kecamatan Jeumpa Bireuen.

Gerobak penjual air tebu di sekitar lokasi TPS Gampong Cot Keutapang, Kecamatan Jeumpa Bireuen, Rabu (14/2/2024). ( Foto: Ihkwati/ Kabar Bireuen)

“Hari ini karena mau nyoblos, ya saya jualan di kampung, tapi lumayan juga hasilnya dibeli warga yang datang ke TPS,” katanya senang.

Biasanya, sebut Armiadi, dia di Beng Siri  bisa meraup penghasilan Rp250 ribu per hari, dengan modal yang dikeluarkan Rp 120-150  ribu untuk membeli kelapa, gula, plastik, pipet, es batu, pewangi dan perwarna makanan.

“Kalau bulan puasa sehari omzet mencapai Rp 2 juta. Es Bandung Bang Mia ka teukenal i kawasan Beng Siri, Blang Gandai dan Blang Seunong,” promonya bangga.

Pun begitu, dia masih berharap pemerintah atau instansi terkait mau membuantu usahanya tersebut, terutama untuk bantuan alat peras santan. Karena selama ini, dia masih menggunakan tangan untuk memeras kelapa menjadi santan. Sementara santan yang dibutuhkan cukup banyak, sehari harus memeras 12-20 buah kelapa.

Kelapa tersebut dikukur dengan alat yang dimodifikasi, namun untuk memeras menjadi santan masih manual pakai tangan. Santan dari kelapa merupakan salah satu bahan utama pembuatan Es Bandung Bireuen

“Dulu pernah buat proposal meminta bantuan mesin peras santanm tapi nyatanya sampai hari ini tidak pernah mendapatkan bantuan appapun. Saya mohon perhatian dari pemerintah,” harapnya.

Pantauan Kabar Bireuen di dekat lokasi Armiadi berjual Es Bandung, ada pedagang air tebu juga yang berjualan dengan gerobaknya. Air tebu itu juga banyak pembelinya. (Ihkwati)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Satgas PRR: Realisasi Anggaran Renduk Harus Berdampak Nyata bagi Penyintas Pascabencana

0
KABAR BIREUEN, Jakarta-Akselerasi pelaksanaan program pemulihan permanen pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus diupayakan seiring mulai disalurkannya Anggaran Belanja Tambahan (ABT)...

Penyidikan Kasus Ledakan KMP Aceh Hebat 2 Masih Berlangsung, Tunggu Hasil Pemeriksaan Labfor

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Polda Aceh terus melakukan penyidikan secara menyeluruh terkait peristiwa ledakan yang terjadi di KMP Aceh Hebat 2. Hingga saat...

Wartawan Senior Diapari Sibatangkayu Meninggal Dunia, PWI Kehilangan Penjaga Integritas Pers

0
KABAR BIREUEN, Jakarta – Dunia pers nasional kembali berduka. Wartawan senior sekaligus Anggota Dewan Kehormatan (DK) PWI Pusat, H. Diapari Sibatangkayu, meninggal dunia pada...

Bidik Prestasi di PORA Aceh Jaya 2026, Atlet PASI Bireuen Mulai Latihan Intensif

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Bireuen memulai kembali program latihan intensif sebagai langkah awal mempersiapkan atlet menghadapi Pekan Olahraga...

Dosen Fikom Umuslim Latih Siswa SMKN 2 Peusangan Kuasai Teknik UV Mapping dan Texturing...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Sebanyak 23 siswa Jurusan Animasi SMKN 2 Peusangan mendapatkan pelatihan intensif mengenai UV Mapping dan texturing objek 3D menggunakan perangkat...

KABAR POPULER

Bupati Bireuen Terima Bantuan Excavator dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Siap Percepat Pemulihan Tambak...

0
KABAR BIREUEN, Jakarta – Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, ST, menerima bantuan satu unit excavator dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia untuk mempercepat...

Satgas PRR Dorong Penggunaan Mekanisme Dana Siap Pakai, Usulkan Bantuan Rp80 Juta Per Unit...

0
KABAR BIREUEN, Jakarta-Percepatan penyediaan hunian tetap bagi penyintas pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus diupayakan Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Bidik Prestasi di PORA Aceh Jaya 2026, Atlet PASI Bireuen Mulai Latihan Intensif

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Bireuen memulai kembali program latihan intensif sebagai langkah awal mempersiapkan atlet menghadapi Pekan Olahraga...

Dosen Fikom Umuslim Latih Siswa SMKN 2 Peusangan Kuasai Teknik UV Mapping dan Texturing...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Sebanyak 23 siswa Jurusan Animasi SMKN 2 Peusangan mendapatkan pelatihan intensif mengenai UV Mapping dan texturing objek 3D menggunakan perangkat...

Komitmen Tingkatkan Mutu, UMMAH Kirim Delapan Dosen Ikuti Workshop Akreditasi Kualitatif Prodi Keperawatan

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan dengan mengirimkan delapan dosen mengikuti Workshop Akreditasi Kualitatif...