Berkah Pemilu Bagi Pedagang Es Bandung

KABAR BIREUEN– Armiadi tak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk tetap berjualan  hari pemilihan untuk memilih Calon Presiden dan Legislatif, Rabu (14/2/2024).

Sambil menunggu waktu pencoblosan, dia menjajakan daganganya berupa Es Bandung dari gerobak dagangannya di pinggir jalan depan kantor keuchik dan Meunasah Desa Cot Keutapang, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen.

Banyak warga yang membeli es yang dijualnya di dalam kantong plastik seharga Rp5 ribu tersebut usai atau sambil menggu menggunakan hak pilihnya di empat Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang disediakan di desa yang berjarak 2 kilometer dari pusat Kota Bireuen itu.

“Saya haus, kebetulan ada Es Bandung, pas kali cuaca juga agak panas. yan udah saya beli lah,” sebut Nurhayati kepada Kabar Bireuen.

Pria 51 tahun  yang sudah 25 tahun melakoni pekerjaan sebagai penjual Es Bandung itu menyebutkan, Es Bandung yang dijualnya hampir habis.

“Alhamdulillah tinggal sedikit lagi, dari tiga tungku berisi Es bandung di gerobak itu, satunya sudah habis hanya tinggal es batu saja,” katanya sambil membuka penutup memperlihatkan isinya kepada wartawan Kabar Bireuen.

Dikatakan bapak tujuh anak itu, sehari-hari dia biasa mangkal di kawasan Simpang Beng Siri, Kawasan Blang Bladeh, Kecamatan Jeumpa Bireuen.

Gerobak penjual air tebu di sekitar lokasi TPS Gampong Cot Keutapang, Kecamatan Jeumpa Bireuen, Rabu (14/2/2024). ( Foto: Ihkwati/ Kabar Bireuen)

“Hari ini karena mau nyoblos, ya saya jualan di kampung, tapi lumayan juga hasilnya dibeli warga yang datang ke TPS,” katanya senang.

Biasanya, sebut Armiadi, dia di Beng Siri  bisa meraup penghasilan Rp250 ribu per hari, dengan modal yang dikeluarkan Rp 120-150  ribu untuk membeli kelapa, gula, plastik, pipet, es batu, pewangi dan perwarna makanan.

“Kalau bulan puasa sehari omzet mencapai Rp 2 juta. Es Bandung Bang Mia ka teukenal i kawasan Beng Siri, Blang Gandai dan Blang Seunong,” promonya bangga.

Pun begitu, dia masih berharap pemerintah atau instansi terkait mau membuantu usahanya tersebut, terutama untuk bantuan alat peras santan. Karena selama ini, dia masih menggunakan tangan untuk memeras kelapa menjadi santan. Sementara santan yang dibutuhkan cukup banyak, sehari harus memeras 12-20 buah kelapa.

Kelapa tersebut dikukur dengan alat yang dimodifikasi, namun untuk memeras menjadi santan masih manual pakai tangan. Santan dari kelapa merupakan salah satu bahan utama pembuatan Es Bandung Bireuen

“Dulu pernah buat proposal meminta bantuan mesin peras santanm tapi nyatanya sampai hari ini tidak pernah mendapatkan bantuan appapun. Saya mohon perhatian dari pemerintah,” harapnya.

Pantauan Kabar Bireuen di dekat lokasi Armiadi berjual Es Bandung, ada pedagang air tebu juga yang berjualan dengan gerobaknya. Air tebu itu juga banyak pembelinya. (Ihkwati)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Tim Putra RSUD dr Fauziah dan Tim Putri Puskesmas Kuala Juara Turnamen Bola Voli...

0
KABAR BIREUEN, Jeumpa - Turnamen Bola Voli antar Puskesmas dan Instansi Kesehatan se-Kabupaten Bireuen dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 Tahun 2026,...

Pasca Insiden di Tiro, Kapolda Aceh Imbau Masyarakat Tetap Tenang dan Tidak Terprovokasi

0
KABAR BIREUEN, ‎Banda Aceh — Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan mengimbau masyarakat Aceh, khususnya Kabupaten Pidie, agar tetap tenang, menahan diri, dan tidak...

Cucu Pendiri Almuslim Pertanyakan Keabsahan Mubes X, Ingatkan Amanah Wakaf Harus Dipertanggungjawabkan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Dian Chairani, cucu Tgk. Abdurrahman Meunasah Meucap, salah seorang tokoh pendiri Almuslim, mempertanyakan keabsahan proses Musyawarah Besar (Mubes) X Yayasan...

Keuchik Karieng Tolak Hasil Mubes Almuslim X, Tuntut Transparansi Keuangan dan Aset Yayasan

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Penolakan terhadap hasil Musyawarah Besar (Mubes) X Yayasan Almuslim Peusangan tidak hanya berkaitan dengan proses pemilihan kepengurusan. Keuchik Karieng, Kecamatan...

Wagub Aceh Bersama Kapolda Jenguk Korban Insiden Bendera di Pidie, Dengarkan Aspirasi Keluarga

0
KABAR BIREUEN, Pidie – Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, S.E., bersama Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, menjenguk para korban insiden pengibaran dan penertiban...

KABAR POPULER

Cucu Pendiri Almuslim Pertanyakan Keabsahan Mubes X, Ingatkan Amanah Wakaf Harus Dipertanggungjawabkan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Dian Chairani, cucu Tgk. Abdurrahman Meunasah Meucap, salah seorang tokoh pendiri Almuslim, mempertanyakan keabsahan proses Musyawarah Besar (Mubes) X Yayasan...

Tolak Hasil Mubes X Yayasan Almuslim Peusangan, Imum Mukim Tgk Di Tanoh Mirah: Jangan...

0
KABAR BIREUEN,Peusangan Imum Mukim  Tgk Di Tanoh Mirah, Kecamatan Peusangan, Saifuddin, S.Sos., menolak tegas hasil Musyawarah Besar (Mubes) X Yayasan Almuslim Peusangan yang dilaksanakan...

Penolakan Hasil Musyawarah Almuslim X Meluas, Imum Mukim Lamkuta Minta Legalitas Ditinjau Ulang: Yayasan...

0
KABAR BIREUEN, Jangka – Penolakan terhadap hasil Musyawarah Besar (Mubes) X Yayasan Almuslim Peusangan terus meluas. Kali ini, Imum Mukim Lamkuta, Kecamatan Jangka, H....

Tolak Hasil Mubes X Yayasan Almuslim Peusangan, Keuchik Pulo Blang Desak Transparansi Pengelolaan Aset...

0
KABAR BIREUEN, Jangka – Keuchik Pulo Blang, Kecamatan Jangka, Baihaqi, S.Pd., menolak keras hasil Musyawarah Besar (Mubes) X Yayasan Almuslim Peusangan yang menetapkan kepengurusan...

Hasil Musyawarah Almuslim X Dipersoalkan, Keuchik Pante Gajah Soroti Dugaan Pelanggaran AD/ART

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Keuchik Pante Gajah, Kecamatan Peusangan, Fatlar Ruhadi, menyatakan menolak hasil Musyawarah Almuslim X Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Universitas...