KABAR BIREUEN, Bireuen – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) atau Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) sedang membangun sekolah darurat di Desa Gampong Raya Dagang, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen.
Sekolah darurat itu, dipergunakan untuk tempat belajar siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 42 Bireuen yang saat ini kondisi gedung belajar serta halaman madrasah tersebut masih dipenuhi material banjir.
Koordinator MDMC Kabupaten Bireuen, Ustadz Jafaruddin, SPd kepada Kabar Bireuen, Jumat (30/1/2026), mengatakan, pembangunan sekolah darurat itu dibiayai MDMC Provinsi Jawa Barat.
Lokasi sekolah darurat, kata Jafaruddin, di komplek Masjid Taqwa Muhammadiyah Peusangan, di Desa Gampong Raya Dagang.
“Gedung MIN 42 Bireuen lokasinya di Gampong Raya Tambo. Tidak terlalu jauh dengan lokasi dibangun sekolah darurat,” sebutnya.
Bangunan itu, kata Ustad Jafaruddin, menggunakan material rangka baja ringan, dinding triplek dan atap seng.
“Dan anak-anak sudah dapat belajar dengan tenang walaupun namanya sekolah darurat, tapi bukan lagi di tenda,” katanya.
Selama ini, sebutnya lagi, siswa MIN 42 Bireuen itu belajar di tenda yang didirikan oleh BNPB pada lokasi dibangun sekolah darurat.

Selain sekolah darurat, tambah Koordinator MDMC Bireuen lagi, di lokasi yang sama juga dapat bantuan sumur bor satu paket.
“Sumber bantuannya juga dari MDMC Jawa Barat. Sebelumnya, tim terlebih dahulu asesmen lokasi,” terang Jafaruddin yang juga Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Bireuen.
Lalu, MDMC Jawa Barat sedang merampungkan pembangunan 48 unit hunian darurat (hundar) di Gampong (Desa) Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, untuk masyarakat korban banjir yang rumahnya tidak bisa ditempati lagi.
Hundar itu dibangun di satu lokasi di Dusun Teungku Direuhat, masih dalam Gampong Pante Lhong.
BACA JUGA: Muhammadiyah Bangun Hunian Darurat untuk Korban Banjir di Pante Lhong
“Di lokasi hundar sudah dilengkapi air bersih dari sumber sumur bor, kamar mandi dan WC. Juga dilengkapi dua panel listrik tenaga surya,” paparnya.
MDMC Jawa Barat, lanjut Jafaruddin, akan membangun 22 hundar di Gampong Kapa, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen.
“Kami sudah asesmen ke Desa Kapa. Dalam waktu dekat akan mulai dikerjakan (hundar),” pungkasnya.
Sebagai informasi, hundar dirancang untuk masa transisi menggunakan material kayu dan terpal yang tahan lama, serta mengutamakan kenyamanan dan martabat warga. (Rizanur)












