KABAR BIREUEN, Bireuen – Empat bulan pascabencana banjir, sejumlah korban di Kabupaten Bireuen masih bertahan di tenda darurat tanpa kejelasan bantuan. Kondisi ini memicu reaksi keras dari Perkumpulan Rumah Juang Rampas Setia 08 Berdaulat Bireuen. Ormas tersebut mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa jika hak-hak korban tidak segera dituntaskan.
Ketua DPD Perkumpulan Rumah Juang Rampas Setia 08 Berdaulat Bireuen, Nur Adnaini, mengungkapkan, hingga kini masih ada korban banjir, termasuk yang mengungsi di halaman Kantor Bupati Bireuen, belum terdata sebagai penerima bantuan. Akibatnya, mereka tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan tersebut disampaikan Nur Adnaini saat mengunjungi para pengungsi korban banjir di pekarangan Kantor Bupati Bireuen, Minggu (29/3/2026). Para anggota ormas itu juga memasak aayur kuah pliek bersama pengungsi di sana.
BACA JUGA: Korban Banjir Geruduk Kantor Bupati Bireuen
“Korban banjir yang kehilangan rumah atau mengalami kerusakan berat belum mendapatkan hak yang seharusnya. Mereka terpaksa tinggal di tenda di halaman kantor bupati. Ini menunjukkan kegagalan Pemkab Bireuen dalam menangani korban bencana,” tegasnya.
Menurut Nur Adnaini, instruksi Presiden terkait penanganan korban banjir seharusnya dijalankan tanpa pengecualian. Namun, fakta di lapangan menunjukkan masih banyak korban yang belum tersentuh bantuan.

Ia mendesak pemerintah pusat untuk segera turun tangan dengan mengirim tim investigasi guna mengaudit data penerima bantuan serta penggunaan anggaran. Langkah ini dinilai penting agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
“Kami berharap ada audit menyeluruh terhadap data dan anggaran, sehingga hak korban tidak lagi terabaikan,” ujarnya.
Senada dengan itu, juru bicara Rumah Juang Rampas Setia 08 Berdaulat Bireuen, Iskandar, menilai pemerintah daerah gagal menjalankan instruksi presiden. Ia menyoroti belum tersedianya hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap (huntap) bagi korban yang kehilangan tempat tinggal.
BACA JUGA: Tuntut Huntara, Pengungsi Korban Banjir Dirikan Tenda di Halaman Kantor Bupati Bireuen
“Seharusnya korban sudah dipindahkan ke huntara atau huntap. Namun kenyataannya, mereka masih tinggal di tenda hingga sekarang,” katanya.
Iskandar menyebutkan, jika dalam waktu dekat tidak ada penyelesaian konkret, pihaknya akan mengerahkan massa dalam jumlah lebih besar untuk menggelar aksi damai di Kantor Bupati Bireuen.
“Jika masalah ini tidak segera dituntaskan, kami akan membawa massa lebih banyak untuk mendatangi Kantor Bupati Bireuen,” tegasnya. (Suryadi)










