KABAR BIREUEN, Bireuen — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen sigap menangani dampak banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah kecamatan, dengan memastikan ketersediaan air bersih bagi warga terdampak. Sejak hari-hari awal pascabencana, pendistribusian air bersih langsung dilakukan untuk menjamin kebutuhan dasar masyarakat itu tetap terpenuhi.
Bencana banjir dan longsor menyebabkan sumur warga tercemar lumpur, jaringan pipa PDAM rusak, serta akses ke sumber mata air terputus. Kondisi ini membuat sebagian warga kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan minum, memasak, dan sanitasi.
Menyikapi hal tersebut, Pemkab Bireuen mengerahkan armada mobil tangki air ke lokasi-lokasi terdampak. Pendistribusian air bersih dilakukan menggunakan mobil tangki berkapasitas 4.000 liter dan dikoordinasikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), TNI, Polri, serta relawan kemanusiaan.
Bupati Bireuen, Mukhlis, ST, menegaskan, penyediaan air bersih menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah dalam penanganan darurat pascabencana.
“Begitu laporan kerusakan sumber air diterima, kami langsung bergerak menyalurkan air bersih ke desa-desa terdampak. Pemerintah daerah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi,” ujar Mukhlis, Sabtu (31/1/2026).

Meski sebagian jaringan PDAM telah berhasil dipulihkan, Pemkab Bireuen tetap melanjutkan distribusi air bersih, khususnya ke wilayah yang jaringan airnya belum kembali normal. Setiap hari, puluhan ribu liter air bersih disalurkan ke permukiman warga dan titik-titik pengungsian. Jadwalnya disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Selain memenuhi kebutuhan air minum bagi rumah tangga, air bersih juga disalurkan untuk keperluan ibadah serta pembersihan fasilitas umum, seperti mushalla, meunasah, masjid, puskesmas, dayah, hingga fasilitas publik lainnya.
BACA JUGA: Pemkab Bireuen Bergerak Cepat, Layanan Kesehatan Pascabencana Kembali Normal
Data dari BPBD Kabupaten Bireuen mencatat, hingga 28 Januari 2026, pemerintah daerah telah mendistribusikan sebanyak 1.057 ton air bersih ke wilayah terdampak bencana.
Distribusi tersebut menjangkau sejumlah kecamatan, antara lain Kecamatan Juli, Peusangan, Jangka, Jeumpa, Kuta Blang, Samalanga, Peudada, Kota Juang, Peusangan Siblah Krueng, dan Gandapura.
Di sisi lain, Pemkab Bireuen juga mulai melakukan langkah pemulihan jangka menengah, dengan mempercepat perbaikan jaringan pipa air bersih di wilayah-wilayah yang mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor.
Pemkab Bireuen memastikan, pendistribusian air bersih akan terus dilakukan hingga kondisi benar-benar pulih dan masyarakat dapat kembali mengakses air bersih secara normal. Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan serta menggunakan air bersih secara bijak selama masa pemulihan. (Red)











