KABAR BIREUEN, Kota Juang — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 Masehi di tengah suasana keprihatinan akibat bencana banjir dan tanah longsor. Peringatan yang diisi dengan zikir, doa bersama, dan tausyiah itu berlangsung khidmat di Masjid Agung Sulthan Jeumpa Bireuen, Kamis (15/1/2026) pagi.
Kegiatan yang digelar Dinas Syariat Islam (DSI) Kabupaten Bireuen tersebut mengangkat tema “Menjaga Shalat, Hikmah Isra Miraj di Tengah Bencana”. Tausyiah disampaikan oleh Tgk Adnan Yahya, M.Pd, dosen UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, dan dibuka Wakil Bupati Bireuen, Ir. H. Razuardi, MT.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bireuen menyampaikan, peringatan Isra Miraj tahun ini bertepatan dengan duka mendalam masyarakat akibat banjir dan tanah longsor yang terjadi pada 26 November 2025 lalu. Bencana tersebut masih menyisakan dampak, termasuk warga yang kehilangan tempat tinggal dan belum dapat kembali ke rumah mereka.

Ia menegaskan, musibah tersebut merupakan ujian dari Allah SWT yang harus dihadapi dengan kesabaran, keteguhan iman, dan peningkatan ketakwaan. Momentum Isra Miraj, menurutnya, tidak sekadar seremonial, melainkan pengingat pentingnya shalat sebagai pilar utama agama serta sarana memperkuat hubungan spiritual kepada Allah SWT.
“Peristiwa Isra Miraj mengajarkan kita bahwa setiap ujian kehidupan adalah bagian dari proses spiritual. Shalat menjadi fondasi utama dalam menghadapi cobaan dengan tawakal dan kesabaran,” ujar Razuardi.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Isra Miraj ini sebagai momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan kualitas ibadah, serta memanjatkan doa agar Kabupaten Bireuen segera pulih dari bencana dan senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten Bireuen, Azmi, S.Ag, menyebutkan, peristiwa Isra dan Miraj merupakan peristiwa besar dan luar biasa dalam sejarah Islam, yang terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke-8 kenabian.
Menurutnya, Isra Miraj adalah perjalanan suci Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke Sidratul Muntaha dalam satu malam, sekaligus menjadi peristiwa turunnya perintah shalat lima waktu.
Azmi menyampaikan, peringatan Isra Miraj merupakan agenda rutin Pemkab Bireuen dalam rangka menyemarakkan syiar Islam. Kegiatan serupa tidak hanya dilaksanakan di Masjid Agung Sulthan Jeumpa, tetapi juga di berbagai masjid dan meunasah di seluruh Kabupaten Bireuen.

“Tujuan kegiatan ini untuk mengenang kemuliaan Rasulullah SAW, mengambil hikmah dari keteguhan beliau menghadapi cobaan, serta mempertebal iman dan keyakinan umat terhadap perintah shalat sebagai inti ibadah,” jelasnya
Peringatan Isra Miraj tersebut diharapkan menjadi penguat spiritual masyarakat Bireuen, khususnya dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana, sekaligus mempererat silaturahmi dan persatuan umat. (Hermanto)












