KABAR BIREUEN, Kuta Blang — Kepedulian terhadap dunia pendidikan pascabencana kembali ditunjukkan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) sekaligus Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Bireuen, Ir. H. Saifuddin Muhammad. Ia menyerahkan bantuan pribadi berupa puluhan stel seragam sekolah kepada siswa UPTD SD Negeri 8 Kuta Blang, Desa Blang Mee, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Jumat (30/1/2026).
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Saifuddin Muhammad atau yang akrab disapa Yah Fud, didampingi Kepala UPTD SDN 8 Kuta Blang, Mukhtar, M.Pd, kepada para siswa penerima manfaat di sekolah setempat.
Yah Fud mengatakan, bantuan seragam sekolah ini merupakan bantuan pribadi perdananya di bidang pendidikan bagi siswa yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut pada November 2025 lalu.
“Bantuan ini adalah bantuan pribadi saya yang pertama. Ini sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak kita yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor,” ujar Yah Fud.
Ia menegaskan, kegiatan bantuan pribadi tersebut akan terus dilanjutkan ke sekolah-sekolah lain yang terdampak bencana di daerah berbeda. Namun, sebelum menyalurkan bantuan, pihaknya terlebih dahulu berkoordinasi dengan kepala sekolah untuk mengetahui kebutuhan paling mendesak.
“Insya Allah bantuan pribadi ini akan kita lanjutkan ke sekolah-sekolah terdampak lainnya. Sebelum bantuan disalurkan, kita berkomunikasi dulu dengan kepala sekolah terkait kebutuhan siswa, apakah seragam, sepatu, atau kebutuhan mobiler sekolah,” jelasnya.
Meski jumlah bantuan terbatas, Yah Fud berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban para siswa dan orang tua. Ia juga menambahkan, sebelumnya Partai NasDem telah menyalurkan bantuan sembako dan layanan kesehatan di sejumlah titik terdampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen.

Sementara itu, Kepala UPTD SDN 8 Kuta Blang, Mukhtar, M.Pd, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan pribadi yang diberikan Yah Fud kepada siswanya.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Saifuddin Muhammad yang telah memberikan bantuan pribadi berupa puluhan stel seragam sekolah kepada siswa kami yang terdampak bencana hidrometeorologi. Bantuan ini diantar dan diserahkan langsung, dan sangat bermanfaat bagi anak-anak,” ungkap Mukhtar.
Ia mengakui, bantuan tersebut merupakan bantuan perdana yang diterima sekolahnya sejak bencana banjir melanda kawasan tersebut. Menurutnya, hingga kini belum ada donatur lain yang memberikan bantuan khusus untuk kebutuhan sekolah.
“Sejak banjir terjadi sampai sekarang, bantuan untuk sekolah kami baru ini yang pertama. Dari 119 siswa, sekitar 65 persen datang ke sekolah tanpa seragam dan sepatu karena perlengkapan mereka tertimbun lumpur atau hanyut terbawa banjir,” jelasnya.
Mukhtar berharap, ke depan semakin banyak pihak yang tergerak membantu kebutuhan pendidikan, baik perlengkapan siswa maupun sarana penunjang sekolah.
Ia juga memaparkan kondisi sekolah pascabanjir. Saat bencana terjadi, SDN 8 Kuta Blang terendam air hingga setinggi dada orang dewasa, disertai lumpur setebal sekitar 60 sentimeter yang menutupi ruang kelas, perpustakaan, kantor, dan seluruh area sekolah.
“Akibat musibah ini, banyak peralatan dan multimedia sekolah hilang terbawa arus dan rusak berat, seperti komputer, laptop, meja, kursi, serta alat peraga guru. Buku di perpustakaan yang tersisa hanya sekitar 25 persen, sementara rak buku semuanya rusak,” katanya.
Saat ini, lanjut Mukhtar, sekolah sangat membutuhkan bantuan mobiler penunjang seperti meja, kursi, dan lemari untuk guru dan siswa. Meski dengan keterbatasan sarana, seluruh 119 siswa korban bencana hidrometeorologi tersebut telah kembali bersekolah sejak 5 Januari 2026 dan tetap menunjukkan semangat belajar yang tinggi. (Hermanto)












