Senin, 2 Februari 2026

Panen Melimpah Pascabencana, Durian Bener Meriah Banjiri Bireuen

KABAR BIREUEN, Bireuen — Pascabencana banjir dan tanah longsor, sekarang di Kabupaten Bener Meriah sedang musim panen durian. Panen durian yang melimpah di wilayah dataran tinggi Gayo itu, membuat para pekebun harus turun langsung menjajakan durian ke kota-kota pesisir, termasuk Bireuen, meski mereka harus menempuh perjalanan sulit dan berisiko.

Makanya, durian asal sentra perkebunan rakyat di Bergang dan Timang Gajah, kini membanjiri kota Bireuen dan sekitarnya. Para pekebun umumnya membawa sendiri durian ke Bireuen menggunakan sepeda motor. Mereka menggelar lapak seadanya secara dadakan di pinggir Jalan Bireuen–Takengon, Jalan Medan–Banda Aceh, Jalan Kolonel Husein Jusuf, Jalan T. Hamzah Bendahara, Jalan Elak Reuleut-Geulumpang Payong, dan kawasan strategis lainnya.

Tak hanya di pusat kota, durian Bener Meriah juga dijajakan hingga ke Matangglumpangdua, Kecamatan Peusangan, bahkan sampai Kecamatan Kuta Blang. Mereka berjualan mulai pagi hingga larut malam.

Harga durian dijual bervariasi. Berkisar Rp20 ribu hingga Rp70 ribu per buah, tergantung besar kecilnya ukuran. Untuk durian berukuran kecil, dijual per tumpuk. Satu tumpukan berisi tiga hingga lima buah, dibanderol seharga Rp100 ribu hingga Rp250 ribu.

Menurut Ardian, seorang pedagang yang berjualan di kawasan Jalan Bireuen-Takengon, sekarang memang sedang musim panen durian di Bener Meriah, terutama di Timang Gajah. Namun, mereka terkendala pemasarannya karena akses jalan yang rusak akibat bencana banjir dan tanah longsor.

‘Kami terpaksa menjualnya sendiri karena masih dalam kondisi bencana, tidak ada agen pengepul yang datang ke sana,” ujar Ardian kepada Kabar Bireuen, Jumat (16/1/2026) sore.

Dia mengungkapkan, sebenarnya harga buah beraroma kuat itu di kebun relatif lebih murah. Biaya mahal justru muncul dari ongkos angkut yang tinggi, akibat rusaknya infrastruktur pascabencana.

“Ongkos angkutnya yang bikin harga durian mahal. Jalan banyak yang putus, berlumpur tebal dan motor sering tergelincir saat mengangkutnya,” jelasnya.

Warga Bener Meriah sedang berjualan durian di pinggir Jalan Bireuen-Takengon, kawasan Gampong Bireuen Meunasah Capa, Kecamatan Kota Juang, Bireuen. (Foto: Suryadi/Kabar Bireuen)

Di beberapa titik, sebut Ardian, durian harus dilansir menyeberangi sungai melalui bentangan sling baja yang dipasang warga. Kondisi begitu, tertunya sangat berisiko bagi keselamatan.

“Kami harus ekstra hati-hati. Salah sedikit bisa jatuh ke sungai. Tidak ada pilihan lain, durian tetap harus dibawa ke Bireuen karena ini satu-satunya penghasilan bagi kami,” tutur Ardian.

Tak jarang, menurut dia, durian yang tidak habis terjual memaksa para pedagang harus bermalam di Bireuen. Ada di antara mereka yang memilih bergadang di lapak semalaman, demi bisa melanjutkan berjualan keesokan harinya.

Di sisi lain, kehadiran durian Bener Meriah disambut antusias warga Bireuen. Umumnya, penikmat durian di Bireuen membelinya dengan cara dikupas langsung di tempat, untuk dibawa pulang dan disantap bersama keluarga. Jika didapati ada durian yang rasanya kurang legit, bisa diganti dengan yang lain.

M. Nur, seorang warga Kota Juang, mengaku sudah beberapa kali membeli durian dari pedagang asal Bener Meriah. Selain karena kualitasnya, ada alasan empati yang mendorongnya membeli durian dari para korban bencana tersebut.

“Saya kasihan melihat mereka datang kemari jauh-jauh dari Bener Meriah dan medannya sangat sulit dilalui. Makanya, kalau harga durian agak mahal sedikit tidak masalah bagi saya, sekalian bisa membantu mereka” ujar M. Nur sambil memilih beberapa buah durian yang ukurannya agak besar.

Baginya, membeli durian dari warga Bener Meriah bukan sekadar untuk menikmati ‘raja buah’ itu, tetapi juga sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat pedalaman tersebut yang sedang berjuang memulihkan ekonomi pascabencana.

“Rasanya tambah nikmat karena kita tahu di balik durian ini ada perjuangan berat dan penuh risiko yang harus mereka hadapi,” jelas M. Nur dengan raut wajah senang. (Suryadi)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Dipercayakan Pimpin PKB Aceh, HRD Ajak Kader Perkuat Soliditas dan Kebersamaan

0
KABAR BIREUEN, Jakarta - Anggota Komisi V DPR RI, H. Ruslan M. Daud (HRD), dipercayakan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa...

Sumur Warga Tercemar Lumpur Banjir, Pemkab Bireuen Sigap Distribusikan Air Bersih ke Lokasi Terdampak

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen sigap menangani dampak banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah kecamatan, dengan memastikan ketersediaan air bersih...

Di Retret PWI, Kadiv Humas Polri Tegaskan: Kebebasan Pers Amanat Konstitusi yang Harus Kita...

0
KABAR BIREUEN, Bogor — Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri, Irjen Pol Johnny Edison Isir, menegaskan, kebebasan pers merupakan amanat konstitusi yang wajib dijaga bersama...

3.248 Unit Huntara Telah Selesai Dibangun di Aceh, Ditargetkan Rampung Semuanya Jelang Ramadhan

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Sebanyak 3.248 unit hunian sementara (huntara) bagi penyintas bencana di Aceh telah selesai dibangun. Capaian ini menjadi pijakan awal...

250 Mahasiswa Umuslim Terjun ke Desa Terdampak Bencana, Hadirkan Solusi Nyata Pemulihan Masyarakat

0
KABAR BIREUEN, Peusangan — Sebanyak 250 mahasiswa Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Kabupaten Bireuen, terjun langsung ke sejumlah desa terdampak bencana di Sumatra melalui Program...

KABAR POPULER

Dipercayakan Pimpin PKB Aceh, HRD Ajak Kader Perkuat Soliditas dan Kebersamaan

0
KABAR BIREUEN, Jakarta - Anggota Komisi V DPR RI, H. Ruslan M. Daud (HRD), dipercayakan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa...

3.248 Unit Huntara Telah Selesai Dibangun di Aceh, Ditargetkan Rampung Semuanya Jelang Ramadhan

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Sebanyak 3.248 unit hunian sementara (huntara) bagi penyintas bencana di Aceh telah selesai dibangun. Capaian ini menjadi pijakan awal...

MDMC akan Terjunkan Relawan untuk Bersihkan Sumur Warga dari Material Banjir

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) atau Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) akan menerjunkan relawan untuk membersihkan sumur warga dari material banjir. Hal...

Lama Masuk DPO, Terpidana Perkara Penipuan Ditangkap Tim Tabur Kejati Aceh di Samalanga

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh berhasil mengamankan terpidana kasus penipuan, Mulyadi alias Adi Bin M. Husen, setelah...

Sumur Warga Tercemar Lumpur Banjir, Pemkab Bireuen Sigap Distribusikan Air Bersih ke Lokasi Terdampak

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen sigap menangani dampak banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah kecamatan, dengan memastikan ketersediaan air bersih...