KABAR BIREUEN, Bireuen – Tokoh pemekaran Kabupaten Bireuen, H. Sofyan Ali atau yang dikenal panggilan Iyan PT, mengajak masyarakat mendukung langkah Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST dalam menangani dampak musibah banjir.
“Sejauh ini saya tidak melihat hal menyimpang dilakukan oleh Bupati Mukhlis. Maka berani saya mengajak masyarakat untuk mendukungnya. Bismillah dan sekarang Pak Bupati lanjutkan membangun kabupaten yang kita cintai ini.”
Hal itu disampaikan Iyan PT pada acara silaturahmi Bupati Bireuen dengan para tokoh Kabupaten Bireuen di Meuligoe Bireuen (Pendopo), Kamis (2/4/2026).
Menurutnya, apa yang dilakukan oleh orang nomor satu di Kabupaten Bireuen dalam menangani dampak banjir dan menjalankan roda pemerintahan mendekati pada kesempurnaan.
Ia juga menyinggung masalah pembangunan hunian sementara (huntara) kepada korban banjir di Kabupaten Bireuen.
“Isu tersebar, Bupati Bireuen menolak huntara. Hari ini kami mau dengar langsung dari Bupati, apakah benar yang disampaikan itu?” tanya Iyan PT.
Lalu, ia berharap kepada Bupati Bireuen untuk memperbaiki dan meningkatkan dalam hal penyebarluasan informasi publik.
“Humas sebagai corong informasi pemerintah harus benar-benar memberikan informasi yang utuh kepada masyarakat, agar publik tidak sampai menerima informasi sesat dan disesatkan,” katanya.
Kepada Bupati Bireuen, mantan anggota DPRD Aceh Utara ini mempertanyakan persoalan mutasi pejabat di jajaran Pemkab Bireuen. Sarannya, mutasi perlu dilakukan untuk penyegaran organisasi.
Menanggapi persoalan huntara yang disinggung Iyan PT, Bupati Mukhlis menegaskan bahwa, ia tidak pernah menolak dibangun huntara.
Menurutnya, pada awal bencana banjir BNPB meminta kepada Bupati menyiapkan lahan untuk pembangunan huntara.

“Lahannya diminta milik Pemerintah dan bebas dari banjir serta bukan zona merah. Dan lahan seperti itu adanya di Cot Geulungku. Namun ketika hal ini disampaikan kepada masyarakat korban banjir langsung ditolak, karena tidak ada yang mau direlokasi jauh dengan tempat tinggalnya,” jelas Bupati Mukhlis.
Kata Bupati yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Bireuen, huntara yang diinginkan masyarakat adalah hunian in-situ. “Sementara skema yang ada huntara komunal. Jadi kalau komunal ditolak oleh masyarakat. Dan ada pernyataan yang dibuat oleh masyarakat terkait penolakan huntara,” ungkapnya.
Kemudian, menyangkut persoalan mutasi Mukhlis membeberkan alasannya. Sebutnya, untuk melakukan mutasi pejabat harus ada izin dari pusat.
“Pejabat sekarang tidak bisa diganti sembarangan, harus melalui izin pusat (Kemendagri dan Menpan RB). Kami harus mengikuti semua aturan,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Bupati Mukhlis menyebutkan beberapa capaian kinerja selama 13 bulan menahkodai Kabupaten Bireuen bersama Wakil Bupati, Ir. Razuardi, MT.
Sebutnya, penertiban aset daerah mulai dari Gandapura sampai Samalanga sudah dilakukan. Kemudian, pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Juli sudah mulai dikerjakan.
“SR ini di Aceh hanya lima unit. Alhamdulillah kita Bireuen salah satu lokasinya, dan sudah berjalan satu tahun sebagai Sekolah Rakyat Perintis. Anggaran pembangunannya mencapai Rp300 milyar dari sumber APBN,” ujarnya.
Selain itu, setelah ia dilantik sebagai Bupati, Mukhlis berhasil melobi Pimpinan TNI Angkatan Darat dalam menyelesaikan tukar guling tanah milik Pemkab Bireuen dengan aset TNI untuk perluasan bangunan RSUD dr Fauziah Bireuen.
“Alhamdulillah tanah seluas 20 ribu meter itu sudah menjadi milik Pemerintah Kabupaten Bireuen. Ini karena ada dukungan Bapak Pangdam Iskandar Muda dan Bapak Brigjen Ali Imran (mantan Danrem 011 Lilawangsa),” sebutnya.
Pada kesempatan itu Bupati sangat mengharapkan dukungan tokoh masyarakat. “Kami sangat mengharapkan dukungan dari semua masyarakat agar kita mampu membangun kembali Bireuen setelah musibah ini. Dan tolong ingatkan saya jika sudah keluar jalur dalam memimpin Bireuen ini,” ucapnya.
Selain Iyan PT, mantan Bupati Bireuen, Drs. H. Mustafa A Glanggang turut memberi saran dan berbagi pengalaman saat dirinya memimpin Kabupaten Bireuen di masa konflik bersenjata dan tsunami Aceh.

Ia mengaku memahami kerja Bupati Bireuen H. Mukhlis. “Memang berbeda memimpin Kabupaten Bireuen pada masa kami dengan sekarang. Kalau dulu media massa pun terbatas dan media sosial juga tidak seperti sekarang,” ujarnya.
Mustafa yang juga pernah aktif sebagai wartawan dan Anggota DPRD mengusulkan dilanjutkan pembangunan gedung DPRK Bireuen yang sudah lama mangkrak.
“Sayang bangunannya sudah lama mangkrak,” sebutnya.
Selanjutnya Mustafa berharap kepada Bupati Mukhlis agar mendata kembali Pasar induk di Cureh. “Maunya di sana dibangun gudang. Lokasinya itu luasnya sampai 2 ha lebih,” kata Mustafa, Bupati definitif pertama Bireuen.
Sedangkan, Dr. H. Amiruddin Idris yang merupakan Anggota DPR Aceh menyebutkan optimis dengan kemampuan Bupati Bireuen, Mukhlis untuk membangun kembali Kabupaten Bireuen yang hancur akibat banjir bandang.
Politikus senior yang juga Wakil Bupati Bireuen periode 2002 – 2007 mengatakan kinerja Bupati Mukhlis baru satu tahun sehingga belum bisa dinilai.
“Kinerja Pak Bupati belum satu tahun, terjadi pula musibah banjir. Maka belum bisa dinilai kinerjanya,” sebutnya.
Sedangkan “serangan” terhadap Bupati Bireuen itu agar menjadi penyemangat untuk membangun daerah. “Sekarang berbeda dengan masa kepemimpinan kami dulu. Sekarang banyak pengguna medsos,” sebutnya.
Tokoh Pendiri Kabupaten Bireuen, H. Subarni A Gani yang akrab disapa Haji Subar atau Bang Bar mengaku, tidak berbicara panjang lebar dalam pertemuan tersebut, kecuali hanya berharap kerja keras dari Bupati Mukhlis untuk segera memulihkan perekonomian masyarakat.
Acara silaturahmi itu berlangsung dengan penuh keakraban. Sebelum meninggalkan Meuligoe Bireuen, para tokoh Bireuen berkenan makan siang bersama Bupati setempat.
Pada acara itu hadir, Wakil Bupati (Wabup) Bireuen, Razuardi, Asisten Pemerintahan dan Keistimewaan Aceh Pemerintah Kabupaten Bireuen, Mulyadi, Asisten Administrasi Umum, Azhari, Kadis Sosial Ismunandar, Kadis Perkim Fadhli Abdullah, Kadis PUPR, Fadhli Amir.
Dari kalangan tokoh Bireuen, H. Subarni A Gani, H. Sofyan Ali alias Iyan PT, Bupati Bireuen periode 2002- 2007, Drs. H. Mustafa A Glanggang, Wabup Bireuen Periode 2002- 2007, Dr. H. Amiruddin Idris, H. Zainal Mahmud, Amin Hamzah, Yusri Abdullah, Drs. H. Abdullah Amin, Ismail Adam, Keuchik Sangso, Omar Dhani, Zulkifli Ali, SE, Alim Mufid, Ketua APDESI Bireuen, Bahrul Fazal dan sejumlah tokoh lainnya. (Rizanur)











