KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB Dapil Aceh II sekaligus Ketua DPW PKB Aceh, H. Ruslan M. Daud (HRD), mengungkapkan masih adanya warga korban banjir dan longsor di Aceh yang belum mendapatkan hunian sementara (huntara), sehingga terpaksa bertahan di tenda pengungsian.
Hal tersebut disampaikan HRD pada acara silaturahmi, halal bihalal, dan coffee morning bersama wartawan, di Solong Jepang, Pango Raya, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, Senin (30/3 2026).
Menurut HRD, kondisi tersebut menjadi catatan penting dalam proses percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, meskipun pemerintah pusat dinilai telah bekerja maksimal.
“Masih ada anggapan bahwa tidak ada lagi warga di tenda. Padahal, di beberapa daerah, seperti Kabupaten Bireuen, masih banyak masyarakat yang bertahan di pengungsian karena belum mendapatkan huntara,” ujarnya.
Disebutkan HRD, belum terpenuhinya kebutuhan huntara itu sebagian besar disebabkan oleh belum optimalnya usulan dari pemerintah daerah kepada pemerintah pusat.
“Kenapa belum terealisasi? Karena belum diusulkan secara maksimal oleh pemerintah daerah. Ini yang harus menjadi perhatian bersama agar ke depan koordinasi lebih baik,” jelasnya.
Meski demikian, HRD tetap memberikan apresiasi tinggi kepada Presiden Prabowo Subianto atas komitmen dan kerja nyata dalam menangani dampak bencana di Aceh.

Ia menilai, langkah cepat pemerintah pusat dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi telah menunjukkan kehadiran negara di tengah masyarakat.
“Kita sangat mengapresiasi kinerja Presiden dan jajaran menteri yang begitu peduli dan bekerja maksimal dalam pemulihan pascabencana di Aceh. Ini bukan hanya soal kebijakan, tapi kehadiran nyata di tengah rakyat,” katanya.
HRD juga menyoroti intensitas kunjungan Presiden ke Aceh sebagai bukti keseriusan pemerintah. Bahkan, kata dia, Presiden Prabowo memilih merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama masyarakat terdampak bencana.
“Beliau datang berulang kali, bahkan di hari pertama Lebaran menyempatkan diri berlebaran dengan masyarakat pengungsi. Ini menjadi suntikan semangat dan bukti bahwa negara tidak tinggal diam,” tegasnya.
Menurut HRD, kehadiran langsung Presiden di lokasi bencana membawa harapan baru bagi masyarakat, terutama dalam percepatan pembangunan infrastruktur serta pemulihan sosial dan ekonomi warga.
HRD berharap, ke depan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dapat semakin diperkuat. Tujuannya, agar seluruh proses pemulihan berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terdampak bencana. (Suryadi)










