Jumat, 3 April 2026

Air Sumur Warga Gampong Kapa Tak Layak Konsumsi

KABAR BIREUEN, Peusangan – Masyarakat Gampong Kapa, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, dilaporkan masih kesulitan air. Pasalnya, air sumur di desa berpenduduk 129 Kepala Keluarga (KK) itu tidak layak konsumsi.

Hal tersebut diungkapkan Keuchik Gampong Kapa, Evendi, SPd MPd yang ditemui Kabar Bireuen di Meunasah Gampong Kapa, Minggu (25/1/2026).

Menurutnya, pascabencana banjir dan tanah longsor pada akhir November 2025, rata-rata sumur warga rusak karena tertimbun material banjir.

Sampai saat ini, kata Keuchik Evendi, sebagian warga belum membersihkan sumurnya dari endapan lumpur karena terkendala biaya.

“Bagi warga yang mampu sudah dibersihkan (sumur). Sementara warga berpenghasilan pas-pasan harus bersabar menunggu ada bantuan dari donatur atau relawan,” katanya.

Jebolan magister (S2) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung ini yang didampingi Sekretaris Gampong (Sekdes) Kapa, Sofyan menerangkan, sumur cincin di desanya sudah lama tidak layak lagi untuk konsumsi. Bukan karena terdampak material banjir.

“Kondisi airnya keruh, seperti mengandung minyak dan karang. Kalau airnya dimasak tampak berbekas seperti karang,” imbuh Sekdes Kapa.

Sebutnya, baru-baru ini tim dari Dinas Kesehatan melakukan uji laboratorium air sumur.

“Hasil laboratorium jelas dinyatakan air sumur di sini tidak layak konsumsi,” kata Sekdes Sofyan.

Meskipun demikian, lanjutnya, warga saat ini tidak ada pilihan lain untuk memenuhi kebutuhan air bersih maupun air untuk konsumsi.

Sebelum banjir dan tanah longsor melanda, warga mengandalkan PDAM Krueng Peusangan untuk kebutuhan air. Namun, pascabencana dahsyat itu, suplai air bersih ke sejumlah kecamatan dari Perumda milik Pemerintah Kabupaten Bireuen ini terhenti akibat mesin dan peralatan pengolahan air turut diterjang banjir.

“Walaupun air sumur tidak layak konsumsi, ada juga warga yang tetap mengonsumsinya, daripada tidak ada air sama sekali,” ungkap Keuchik Pen, panggilan Evendi.

Pascabencana, lanjutnya, di Gampong Kapa sudah ada bantuan sumur bor dari swasta, namun belum menjangkau ke tiap-tiap rumah.

“Untuk kebutuhan air minum, sekarang masyarakat mengambil dari sumur bor, itu pun mengangkut menggunakan ember atau galon air mineral. Tetapi, untuk kebutuhan lain, seperti mandi, cuci pakaian dan lainnya ini tidak mungkin juga diangkut, karena kebutuhannya pasti banyak,” terang Evendi yang juga dosen Universitas Almuslim (Umuslim).

Dampak sumur rusak, sebutnya lagi, warga kesulitan untuk membersihkan rumahnya dari endapan lumpur banjir.

Menurutnya, masih banyak rumah warga belum dibersihkan dari lumpur karena terkendala air.

“Jadi, warga kami bukan tidak membersihkan rumahnya. Tetapi sumber airnya sekarang yang jadi masalah. Kalau lumpur sudah dikuras dari sumur, baru bisa dibersihkan rumah,” katanya.

Ia sangat berharap, Pemerintah mempercepat pemulihan suplai air dari PDAM.

“Kalau air PDAM sudah lancar seperti sebelum banjir, baru aman kebutuhan air,” pungkasnya. (Rizanur)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Edi Obama Antar Bantuan dari Jusuf Kalla untuk Warga Krueng Beukah Peusangan Selatan

0
KABAR BIREUEN, Peusangan Selatan – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen, Edi Saputra SH, mengantarkan langsung bantuan dari Ketua PMI Pusat Jusuf Kalla...

Iyan PT Ajak Masyarakat Kabupaten Bireuen Dukung dan Bantu Bupati Mukhlis Tangani Musibah Banjir

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Tokoh pemekaran Kabupaten Bireuen, H. Sofyan Ali atau yang dikenal panggilan Iyan PT, mengajak masyarakat mendukung langkah Bupati Bireuen, Ir....

Mantan Keuchik Karieng Divonis 3,5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi APBG Rp549,3 Juta

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh–Mantan Keuchik Gampong Karieng, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, Irfadi divonis bersalah dalam perkara tindak pidana korupsi pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja...

Zamzami Dilantik Jadi Asisten III, Munawar Kadis Syariat Islam Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Pemerintah Kabupaten Bireuen kembali melakukan mutasi dan pelantikan pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (JPT Pratama) dalam rangka pengisian jabatan yang kosong serta penyegaran...

Kasus di Satpol PP Bireuen Sedang Tahap Perhitungan Kerugian Negara

0
KABAR BIREUEN, Bireuen-Kejaksaaan Negeri (Kejari) Bireuen dalam penanganan kasus di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Wilayatul Hisbah (WH), Bireuen saat ini masih...

KABAR POPULER

Zamzami Dilantik Jadi Asisten III, Munawar Kadis Syariat Islam Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Pemerintah Kabupaten Bireuen kembali melakukan mutasi dan pelantikan pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (JPT Pratama) dalam rangka pengisian jabatan yang kosong serta penyegaran...

Dugaan Korupsi Pengelolaan Zakat dan Infak di Baitul Mal Bireuen, Kejari Bireuen Terima Pengembalian...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen-Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bireuen, Yarnes, S.H. M.H., didampingi oleh Kasi Tindak Pidana Khusus M. Riko Ari Pratama, S.H., pihak Inspektorat Kabupaten...

Iyan PT Ajak Masyarakat Kabupaten Bireuen Dukung dan Bantu Bupati Mukhlis Tangani Musibah Banjir

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Tokoh pemekaran Kabupaten Bireuen, H. Sofyan Ali atau yang dikenal panggilan Iyan PT, mengajak masyarakat mendukung langkah Bupati Bireuen, Ir....

Kasus di Satpol PP Bireuen Sedang Tahap Perhitungan Kerugian Negara

0
KABAR BIREUEN, Bireuen-Kejaksaaan Negeri (Kejari) Bireuen dalam penanganan kasus di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Wilayatul Hisbah (WH), Bireuen saat ini masih...

Mantan Keuchik Karieng Divonis 3,5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi APBG Rp549,3 Juta

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh–Mantan Keuchik Gampong Karieng, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, Irfadi divonis bersalah dalam perkara tindak pidana korupsi pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja...