KABAR BIREUEN, Peusangan — Sebanyak 50 mahasiswa Universitas Almuslim (Umuslim) terjun langsung ke Gamponh Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, melalui Program Mahasiswa Berdampak Tahun 2026. Program pengabdian masyarakat ini difokuskan pada pemulihan desa pascabencana banjir, salah satunya dengan menghadirkan teknologi filtrasi air minum layak bagi warga.
Program tersebut resmi dimulai dengan pengantaran mahasiswa ke lokasi dan penyambutan oleh Keuchik Pante Lhong, Murizal Haryanto, Rabu (28/1/2026). Selama satu bulan, hingga 28 Februari 2026, para mahasiswa akan tinggal dan beraktivitas bersama masyarakat setempat.
Ketua Dosen Pembimbing Program Mahasiswa Berdampak, Dr. Imam Muslem R., M.Kom, menjelaskan, program tersebut dirancang sebagai kontribusi nyata mahasiswa dalam menjawab persoalan masyarakat, khususnya di wilayah yang masih terdampak bencana dan mengalami keterbatasan infrastruktur dasar.
BACA JUGA: 740 Mahasiswa Umuslim Diterjunkan ke Gampong Terdampak Banjir, Fokus Pemulihan dan Edukasi Bencana
“Program ini didanai oleh Direktorat Pembelajaran dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Sebanyak 50 mahasiswa dari empat program studi diterjunkan ke lapangan dengan pendampingan tiga dosen pembimbing,” ujar Imam Muslem.
Empat program studi yang terlibat yakni Informatika, Informatika Medis, Teknik Sipil, dan Ilmu Lingkungan. Selain Dr. Imam Muslem R., dosen pembimbing lainnya adalah Dr. Ir. Cut Azizah, MT, dan Zulkifli, M.Kom.

Salah satu program unggulan yang dijalankan mahasiswa di Pante Lhong adalah penerapan teknologi filtrasi air 10 tahap. Teknologi ini dirancang untuk menghasilkan air minum yang aman, higienis, dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat, terutama warga yang masih tinggal di hunian darurat.
“Mahasiswa juga akan bersinergi dengan program hunian darurat yang dibangun oleh LazisMu Bireuen bekerja sama dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC),” tambah Imam Muslem.
Dia menegaskan, Program Mahasiswa Berdampak tidak hanya bertujuan mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai bidang keilmuan masing-masing, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial, empati, serta kemampuan bekerja lintas disiplin, demi menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Keuchik Pante Lhong, Murizal Haryanto, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas keterlibatan mahasiswa Umuslim dalam proses pemulihan desanya yang sempat porak-poranda akibat banjir beberapa waktu lalu.
“Kami berharap kehadiran mahasiswa melalui program ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya warga yang hingga kini masih menempati hunian darurat,” ujar Murizal.
Program Mahasiswa Berdampak tersebut uga sebagai wujud komitmen pemerintah dalam mendorong peran aktif perguruan tinggi dan mahasiswa, untuk berkontribusi langsung memberikan solusi atas persoalan sosial dan lingkungan di tengah masyarakat. (Suryadi)












