
KABAR BIREUEN,Bireuen – Pemerintah Kabupaten Bireuen diharapkan membuat program, kegiatan serta pembangunan apapun itu, sebaiknya sesuai dengan kebutuhan bukan keinginan.
Tak hanya itu, menyangkut program untuk desa, seharusnya mengadakan musyawarah dengan keuchik atau perangkat gampong terlebih dahulu untuk mendengarkan masukan dan saran.
Hal itu dikatakan Keuchik Gampong Beurawang, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Adnan AR, dihadapan Wakil Bupati Bireuen, Ir Razuardi MT, Wakil Bupati Bireuen, Ir Razuadi MT didampingi Asisten I Setdakab,Mulyadi SH MM, Asisten II, Dailami S.Hut, M.Link, Asisten II, Asisten III, Azhari. S.Sos dan peserta Forum Rembuk, Senin ( 24/3/2025) sore di Oproom Kantor Pusat Pemerintahan Bireuen.
Dikatakannya, program yang diluncurkan dan digagas itu lebih kepada keinginan bukan kebutuhan.
“Seperti program yang dilontarkan Pak Bupati, pembangunan rumah duafa dari Dana Desa minimal dua rumah per gampong,” sebutnya.
Belum lagi program Presiden Prabowo yaitu koperasi desa merah putih.
“Nyo na teungoh tapeumeulet leuk, ka neutiek mie le awak droe neuh,” kritiknya.
Dia mempertanyakan anggaran dan kesiapan desa untuk melaksanakan rencana tersebut. Karena program bertambah tapi dana desa justru berkurang.
Ditambahkanya, keuchik di gampong, sebelumnya sudah mempunyai program yang akan dilaksanakan sesuai dengan perencanaan yang ada.
Jadi kalau begini, dia jadi susah dan harus berpikir ulang.
Padahal, pihaknya sudah mengupayakan program jangka panjang yang akan membuat desa lebih mandiri dengan usaha yang akan dilakukan.
Tapi, sepertinya itu ide untuk mandiri dan sesuai kebutuhan di gampong itu, tak akan berjalan jika programnya harus sama dengan gampong lain.
“Mandum gampong meunan jawaban, meunyoe lagenyan cara han ek ta keurja,” keluhnya.
Dia mengaku kalau seperti ini terus caranya, dia tak sanggup lagi menjadi keuchik.
“Kalau seperti ini saya gak sanggup pikir lagi dan saya juga telah mengajukan surat pengunduran diri kepada camat,” ungkapnya.
Menanggapi keluhan Keuchik Adnan tersebut, Wakil Bupati Bireuen, Razuardi menyebutkan, program koperasi desa merah putih sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo, diharapkan akan mampu mewujudkan ketahanan pangan hingga memotong rantai distribusi dari desa.
Menurutnya, setiap desa yang siap dan mampu, yang ada sawahnya, melakukan penanaman, nanti hasil panen disimpan di lumbung.
“Kopdes Merah Putih bisa menyediakan lumbung pangan atau gudang bahan pokok yang dikelola secara lebih modern di desa-desa,” sebutnya.
Ini juga, katanya, bisa menjadi usaha yang bagus untuk para petani milenial.
Sementara itu Asisten I Setdakab Bireuen, Mulyadi meminta keuchik tersebut mengurungan niatnya untuk mengundurkan diri.
“Pak keuchik pertimbangkan lagi keinginan itu. Jangan mundur,” sarannya.
Sebelumnya, di beberapa kesempatan saat menghadiri Mustenbang, Bupati Bireuen H Mukhlis ST menyebutkan program pembangunan dua unit rumah duafa per gampong setiap tahunnya.
Dikatakanya, rumah yang dibangun untuk warga miskin itu nantinya harus bangun baru yang permanen, tidak boleh rumah rehab. Supaya bisa bertahan lama sampai ke anak cucu penerimanya.
“Sebab, jika dibangun rumah rehab tidak bertahan lama karena kendalanya pada material kayu yang digunakan tidak berkualitas sehingga cepat rusak lagi dan tidak akan pernah selesai masalahnya,” sebutnya.
Dia menegaskan, jika ada gampong yang tidak bisa bangun dua unit rumah tidak apa-apa juga, karena mungkin ada program lain lebih penting.
Namun, keuchik gampong tersebut nanti, diminta memperlihatkan program yang dianggarkan. (Ihkwati)