Begini Cara Naufal Raziq Bikin Listrik dari Pohon Kedondong

KABAR BIREUEN – Siapa sangka, ternyata pohon kedondong bisa menghasilkan listrik. Naufal Raziq, bocah asal Aceh berusia 15 tahun yang menemukan itu. Ia berhasil membuat listrik dari pohon kedondong sejak 2 tahun lalu saat masih berusia 13 tahun.

Dari pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di sekolah, Naufal mengetahui buah-buahan seperti mangga, belimbing, asam jawa bisa menghasilkan arus listrik karena punya kandungan asam.

Di bangku SD, Naufal pernah melakukan percobaan, ia memasukkan lempeng tembaga dan logam ke dalam kentang, ada arus listrik yang muncul. Dari sinilah inspirasi awal Naufal.

Kemudian tercetus ide untuk mencobanya pada pohon. Seperti halnya buah, pohon juga mengandung asam. Pengagum BJ Habibie dan Thomas Alfa Edison ini lalu mencobanya pada sejumlah pohon seperti pohon mangga, pohon belimbing, hingga akhirnya pohon kedondong.

“Masing-masing pohon ada keunggulannya. Saya pakai kedondong pagar karena memiliki batang yang besar, mudah tumbuhnya, jika kita buka kulitnya tidak busuk, bisa recover,” kata Naufal saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (19/5/2017).

Ia menjelaskan, untuk memproduksi listrik dari pohon kedondong hanya dibutuhkan tembaga, logam, dan kain atau tisu. Kain atau tisu dipakai untuk melapisi tembaga dan logam. Pohon dilubangi, lalu tembaga dan logam yang sudah berlapis kain/tisu dimasukkan ke lubang tersebut.

Fungsi kain/tisu adalah untuk menyerap asam dari pohon, lalu menghantarkannya ke tembaga dan logam. Dari situ lah timbul arus listrik.

“Untuk pembuatan energinya, terutama kita butuh tembaga sama logam untuk mengubah asam menjadi listrik. Sebelum dimasukkan ke pohon, kita lapis tembaga dan logam dengan tisu dan kain, fungsinya untuk menyerap asam. Kita lipat jadi satu, dipasang ke pohon,” paparnya.

Tiap lubang di pohon kedondong dapat menghasilkan arus listrik sebesar 1 Volt. Setiap pohon kedondong bisa dibuat 4 lubang dan menghasilkan 4 Volt. Maka listrik dari 4 pohon kedondong bisa menyalakan 1 lampu.

“Satu lubang itu 1 Volt. Jadi kalau kita mau tambah listriknya tinggal tambah lubang dan pohonnya. Satu pohon ada 4 lubang. 4 pohon bisa untuk 1 lampu,” Naufal menerangkan.

Penemuan Naufal ini telah diaplikasikan untuk menerangi puluhan rumah di Desa Tampur Paloh, Langsa, Aceh.

“Biaya yang dibutuhkan untuk menyalakan 2 lampu (dari listrik pohon kedondong) itu Rp 1,2 juta. Sekarang ini saya dibina oleh Pertamina, jadi semua itu Pertamina yang tanggung. Masyarakat tinggal sediakan pohon saja,” tutupnya. (detik.com)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Kenduri Maulid Akbar Meriahkan HUT ke-27 Bireuen, 5.850 Porsi Bu Kulah Disiapkan

0
Kenduri Maulid Akbar Meriahkan HUT ke-27 Bireuen, 5.850 Porsi Bu Kulah Disiapkan KABAR BIREUEN, Bireuen — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen akan menggelar Kenduri Maulid Nabi...

Pemkab Bireuen Alokasikan Rp13,6 Miliar untuk Gaji PPPK Paruh Waktu, akan Terima Rp300 Ribu...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen mengalokasikan anggaran Rp13,6 miliar untuk membayar gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu (PPPK PW) dalam APBK-Perubahan...

16 Dosen UNIKI Lulus Serdos 2026, Jadi Penguat Mutu dan Profesionalisme Kampus

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Sebanyak 16 dosen Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) berhasil lulus Sertifikasi Dosen (Serdos) Tahun 2026. Capaian ini menjadi salah satu...

Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif, Polsek Pandrah Intensifkan Patroli Malam

0
KABAR BIREUEN, Pandrah-Personel Polsek Pandrah Polres Bireuen melaksanakan patroli malam sebagai langkah preventif untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif di wilayah...

Kadistanbun Bireuen Bersama Tenaga Ahli Menteri Pertanian Tinjau Rehabilitasi Irigasi Tersier di Panton Geulima

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Kabupaten Bireuen, Mulyadi, S.E., M.M., bersama Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Teknologi Inovasi Pengelolaan...

KABAR POPULER

Pemkab Bireuen Alokasikan Rp13,6 Miliar untuk Gaji PPPK Paruh Waktu, akan Terima Rp300 Ribu...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen mengalokasikan anggaran Rp13,6 miliar untuk membayar gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu (PPPK PW) dalam APBK-Perubahan...

Korcam Tani Merdeka Indonesia Bireuen Dilantik, Bupati Mukhlis: Harus Jadi Jembatan Komunikasi antara Petani...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Pengurus Koordinator Kecamatan (Korcam) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bireuen periode 2026–2031 resmi dilantik dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional 2026. Pelantikan...

Perkuat Ekonomi Keluarga, Yah Fud Serahkan Bantuan UEP kepada 63 Pelaku Usaha Kecil di...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Sebanyak 63 pelaku usaha kecil di Kabupaten Bireuen menerima bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) untuk mendukung pengembangan usaha dan meningkatkan...

Kadistanbun Bireuen Bersama Tenaga Ahli Menteri Pertanian Tinjau Rehabilitasi Irigasi Tersier di Panton Geulima

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Kabupaten Bireuen, Mulyadi, S.E., M.M., bersama Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Teknologi Inovasi Pengelolaan...

Ditreskrimum Polda Aceh Berhasil Ungkap Kasus Aborsi di Banda Aceh, Tiga Pelaku Ditangkap

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh — Tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Aceh yang dipimpin Kompol Budi Nasuha Waruwu berhasil mengungkap kasus aborsi dan menangkap tiga...