KABAR BIREUEN–Menyambut Hari Idul Adha (Idul Qurban) 10 Zulhijjah 1440 Hijriah, warga Dusun Pasar Sabtu Gampong Bandar Bireuen, Kecamatan Kota Juang  telah menyerahkan 12 ekor sapi dan satu ekor kambing hewan qurban, Minggu (4/8/2019).

Hewan qurban itu diserahkan kepada panitia qurban Meunasah Kulah Batee untuk disembelih, dagingnya akan dibagikan kepada  fakir miskin, anak yatim Gampong Bandar Bireuen dan sekitarnya.

Ketua Panitia Qurban Tgk H Mustafa Umar (foto) menjelaskan hal itu menjawab pertanyaan Kabar Bireuen di kediamaannya Bireuen Meunsah Capa, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Minggu (4/8/2019).

Dikatakan, jumlah hewan qurban Meunasah Kulah Batee belum final, masih terbuka bagi warga Dusun Pasar Sabtu maupun warga Gampong Bandar Bireuen  untuk menyerahkan hewan qurban melalui panitia qurban Meunasah Kulah Batee, kemungkinan hewan qurban akan bertambah.

Pelaksanaan penyembelihan hewan qurban warga Dusun Pasar Sabtu akan dilaksanakan di komplek Meunasaah Kulah Batee, pada hari kedua Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah, karena kalau sesudah Salat Hari Raya pertama Idul Adha tidak cukup waktu untuk mengolah daging Qurban dan membagikan kepada ribuan fakir misklin.

Dijelaskan, dari 12 ekor sapi dan satu ekor kambing qurban  warga Dusun Pasar Sabtu yang telah diserahkan kepada panitia qurban  Meunasah Kulah Batee.  Dua warga diantaranya masing-masing menyerahkan  satu ekor sapi, sedangkan  sepuluh  ekor sapi merupakan patungan qurban warga Dusun Pasar Sabtu setiap seekor sapi  patungan 7 orang warga

Dikatakannya, berqurban sudah menjadi tradisi rutin bagi warga Pasar Sabtu menyoritas pedagang karena Qurban merupakan ibadah yang paling ditunggu umat Islam saat Hari Raya Idul Adha dan Hari Tasyrik. Ibadah yang  dilaksanakan  setahun sekali menjadi momen penting untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Tgk Mustafa juga mengemukakan sekilas hikmah berqurban, Para ulama menjelaskan bahwa menyembelih hewan kurban pada hari ‘Idul Adlha lebih utama dari pada sedekah yang senilai atau seharga dengan hewan qurban, bahkan lebih baik dari itu.

“Karena itu jika seseorang bersedekah untuk menggantikan kewajiban penyembelihan pada manasik tamattu’ dan qiron meskipun dengan sedekah yang bernilai berlipat ganda, tentu tidak bisa menyamai keutamaan udhiyah,” sebutnya.

Tgk Mustafa menegaskan,  kekayaan hanyalah titipan. Perintah berqurban mengingatkan umat, pada hakikatnya kekayaan itu hanyalah titipan Allah. Manusia seharusnya menyadari bahwa harta yang dimilikinya ada hak orang lain yang harus dttunaikan dengan cara mengeluarkan zakat, infaq, sedekah, wakaf termasuk qurban.

Dengan  berqurban, diharapkan semua manusia dapat membuang, menyembelih sifat-sifat yang dapat mendatangkan musibah dan bencana. Hal ini menjadi pesan moral bagi para pemimpin agar menyembleih sifat-sifat kebinatangan yang ada pada diri mereka.

“Bagi para pengusaha atau pedagang, kurban menjadi pengingat untuk menyembelih sifat-sifat curang dan tidak jujur, seperti mengurangi timbangan, curang dalam takaran, menipu dan memperdaya pembeli,” jelasnya.

Lebih lanjut Tgk Mustafa mengemukakan, berqurban dapat menumbuhkan sikap bersyukur. Iabadah qurban akan menunbuhkan sikap syukur kepada Allah atas semua nikmat yang telah diberikan. (H.AR Djuli).

BAGIKAN