KABAR BIREUEN – Dana zakat, infak dan sadakah (ZIS) yang dikelola Baitul Mal Kabupaten Bireuen, untuk penyaluran Tahap II Tahun 2019 sekitar Rp 2 milyar lebih belum dapat disalurkan kepada penerima disebabkan terkendala administrasi.

Terhambatnya penyaluran ‘dana umat’ itu disebut-sebut karena belum ditandatangan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) oleh Ketua Dewan Pengawas Baitul Mal Kabupaten Bireuen, sehingga tidak dapat dicairkan dari Kas Daerah.

Sumber Kabar Bireuen mengungkapkan, batas akhir penandatanganan DPA pada 15 Desember 2019. Setelah batas tersebut belum ada tandatangan Ketua Dewan Pengawas, maka ZIS Rp 2 milyar lebih itu akan menjadi Silpa.

“Di sana ada hak mualaf, fakir miskin, uzur dan bantuan santri. Semestinya tidak begitu lama diendapkan,” sebut seorang guru di Bireuen.

Pj.Ketua Badan Pelaksana (Bapel) Baitul Mal Bireuen, Ridwan Sulaiman, SAg yang dikonfirmasi melalui telpon genggam, Selasa (10/12/2019) membenarkan belum ditandatangan berkas pencairan ZIS oleh Ketua Dewan Pengawas.

“Tapi bukan itu penyebab belum cair ZIS tahap II ini. Ketua Dewan Pengawas Dr. Saifullah, MPd pada12 Desember ini sudah pulang dari luar daerah,” ungkapnya.

Ridwan Sulaiman, menjelaskan andaipun berkas percairan ZIS Tahap II Tahun 2019 telah ditandatangan oleh Dewan Pengawas, tidak serta merta dana ZIS itu bisa langsung sampai ke tangan penerima.

“Sekarang sudah ada aturan baru, penyaluran dana harus non tunai, namun melalui rekening penerima. Dan ini juga menjadi suatu kendala, mengingat tidak semua penerima memiliki rekening bank. Kita juga berupaya mencari jalan keluar agar tahun ini masih dapat disalurkan secara tunai. Nanti 2020 akan diberlakukan non tunai semuanya,” pungkas Pj. Ketua Bapel Baitul Mal Bireuen, Ridwan Sulaiman.(Rizanur)

BAGIKAN