KABAR BIREUEN-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen Usman Sulaiman sangat kecewa kepada Plt. upati Bireuen DR.Muzakkar A.Gani, SH., M.Si atas lambatnya aksi pembagian 40.259 paket sembako bantuan kepada warga Bireuen yang terkena imbas Covid-19.

Anggota Badan Anggaran DPRK Bireuen ini menjelaskan, puluhan ribu paket tersebut dibeli dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Bireuen, artinya paket itu dibeli dengan uang rakyat.

“Saya harus mengawasinya baik dari aspek ketepatan waktu, efesiensi, tepat sasaran dan juga memastikan kualitas pangan yang diterima rakyat memenuhi standar kesehatan yang diperlukan, ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Karena itu pemerintah harus lebih siap, sigap, serius dan bergerak cepat, tidak boleh lambat,” tegas Usman.

Dikatakannya, kelambatan gerak Plt Bupati saat ini telah berakibat pada tertundanya pemenuhan hak rakyat, ini kesalahan fatal yang tidak boleh ditolerir.

“Seyogyanya paket tersebut sudah harus diterima oleh rakyat 2 hari sebelum meugang dalam rangka menyambut bulan Ramadhan 1441 H,” tegas politisi muda asal Cot Trieng itu.

Ketua DPC PKB Bireuen ini mengatakan, ada informasi 40.259 paket tersebut sudah ada di gudang, ini tidak boleh dibiarkan menumpuk lama di sana,

“Jangan sampai jadi makanan tikus, harus segera didistribusikan kepada orang yang berhak, mereka sangat menantikan,” harapnya.

Datanya harus valid sehingga tidak tumpang tindih, disini perlu penglibatan Keuchik dengan perangkat Gampong untuk proses validasi data, Babinsa dan Babinkamtibmas bisa juga diajak untuk bantu mempercepat proses distribusi,

“Intinya, saya minta Plt.Bupati untuk membangun kerja kolektif semua pemangku kepentingan dalam menghadapi dampak pademi Coronavirus Disease 2019 ini,” pinta Usman.

Anggota DPRK dari PKB ini menyarankankan agar rantai distribusi sembako bantuan milik rakyat ini disederhanakan sehingga efektif, cepat dan tepat sasaran.

Sebetulnya, sebut Usman, tidak ada alasan proses distribusi ini lambat, jika Plt Bupati mau menggunakan hirarkhi organisisi pemerintah secara tepat.

“Jadi sauadara Plt Bupati hanya megendalikan dinas terkait dan 17 Camat saja, lalu dari Camat dapat menggunakan Keuchik dan melibatkan Babinsa serta Babinkamtibmas untuk mendistribusikan langsung ke tiap rumah penerima manfaat di masing-masing gampong,” sebut wakil rakyat yang selama ini dikenal sangat kritis terhadap kebijakan pemerintah yang berlawanan dengan aspirasi rakyat

Dengan demikian, katanya, sembako bantuan akan habis terbagi satu hari sebelum Ramadhan tiba.(REL)

 

BAGIKAN