KABAR BIREUEN-Persoalan kesehatan warga negara adalah hal panting yang menjadi perhatian negara. Persoalan batita (bayi tiga tahun) Stunting menjadi isu penting yang masuk dalam prioritas pembangunan nasional, khususnya bidang kesehatan.

Pemerintah mulai meluncurkan berbagai program kesehatan untuk mencegah Stunting. Tahun 2019 ada 189 Kabupaten/Kota yang menjadi Locus Pencegahan  Stunting melalui kegiatan Konvengensi Stunting. Kabupaten Bireuen masuk Locus pada Tahun 2020.

Hal ini disampaikan Bupati Bireuen diwakili Assisten II Setdakab Bireuen, Ir Ibrahim Ahmad, M. Si, dalam inti sambutanya pada acara Sosialisasi Pencegahan Stunting.

Kegiatan Sosialisasi ini digelar oleh Pemerintah Gampong Krueng Simpo Kecamatan Juli bersama Dinas Kesehatan Bireuen dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong,  Perempuan dan Keluarga Berencana, (DPMGP-KB) Bireuen, berlangsung di halaman Kantor Keuchik Gampong Krung Simpo Kecamatan Juli, Selasa (23/7/2019)

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG ) Aceh, Drs Bukhari MM, Kadis Kesehatan Bireuen, unsur dari DPMGP-KB Bireuen, Forkopimcam Juli, Camat Juli, Kepala Puskesmas Juli 1 dan 2,  Tenaga Ahli P3MD Kabupaten Bireuen.

Kemudian, Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa, Lembaga Gampong,  Keuchik Gampong dalam wilayah Kecamatan Juli,  Unsur PKK Kecamatan Juli serta undangan lainnya.

Ibrahim menyelaskan, Pencegahan Stunting tidak bisa lagi hanya menjadi tugas besar Kementerian Kesehatan, tetapi juga menjadi tugas bersama semua pihak. Pemerintah Kabupaten Bireuen, berkomitmen kuat untuk ikut serta dalam kegiatan Pencegahan Stunting.

Hal ini sejalan dengan cita-cita yang tertuang dalam RPJM Kabupaten Bireuen. yang mana salah satu fokus Pemerintah sekarang ini adalah menaikkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Bireuen.

“Cita-cita ini tentu saja tidak dapat kita raih, bila tidak didukung oleh semua pihak, khususnya oleh Pemerintah Desa atau Gampong,”ujarnya.

Dana Desa yang lumayan besar seyogyanya tidak hanya digunakan untuk membangun sarana dan prasarana umum saja, tetapi juga untuk peningkatan kualitas kesehatan warga gampong. Dana Desa haruslah bisa menjadi jawaban atas persoalan masih tingginya angka Stunting di Kabupaten Bireuen.

“Untuk itu, kami berharap agar kita semua berkomitmen untuk pencegahan Stunting. Kepada Camat Juli dan Kepala Puskesmas beserta jajaran Pendamping Desa, kami berharap agar dapat memaksimalkan pembinaan dan pengawasan kepada seluruh Pemerintah Gampong,” sebutnya.

Sementara itu Keuchik Gampong Krueng Simpo, Safrizal S. Pd, mengatakan, Kegiatan sosialisasi ini bertemakan “Bayi Sehat Menentukan Masa Depan Bangsa” sebagai salah satu program Pemerintah Gampong  bersama warga Krueng Simpo untuk mencegah Stunting.

“Kegiatan sosialisasi ini diikuti seratusan peserta terdiri dari unsur PKK, Kader Posyando dan Warga Gampong Krueng Simpo, selain itu kita juga menyerahkan buku profil gampong kepada dinas terkait dan Forkopcam,” jelas Keuchik Gampong Krueng Simpo ini.

Dikatakan,  Pemerintah beserta Lembaga Gampong dan masyarakat Gampong Krueng Simpo sangat mendukung program pembinaan gampong sehat demi mewujutkan Indonesia Sehat 2020.

“Program ini kita lakukan dengan  pendekatan keluarga,” kata Safrizal. (Hermam Suesilo)

BAGIKAN