KABAR BIREUEN – Ramadhan penghulu bulan yang teramat  mulia dari segala bulan telah berakhir Jum’at malam (22/5/2020).

Kaum muslimin dan muslimat sangat bersyukur kepada Allah SWT meskipun di tengah pandemi covid-19 Alhamdulillah telah dapat melaksanakan ibadah Ramadhan di masjid- masjid dan meunasah-meunasah dengan penuh keimanan mengaharapkan pahala dari Allah SWT.

Demikian Imam Chiek Masjid Agung Sultan Jeumpa Drs Tgk H Jamaluddin Idris dalam menyampaikan ceramah subuh dihadapan jamaah, Sabtu subuh (23/5/2020).

“Kita semua  berdoa kepada Allah SWT semoga diberi panjang umur dan dapat bertemu kembali dengan bulan suci Ramadhan mendatang,” katanya.

Dikemukkan, ibadah adalah segala hal yang dilaksanakan dengan niat karena Allah dan pelaksanaan sesuai denga tuntunan Rasulullah. Ibadah bersumber pada wahyu yang termaktub dalam Al Quran dan As Sunnah.

Sedang tradisi adalah suatu yang dilaksanakan oleh masyarakat sesuai dengan norma-norma, nilai-nilai, sebagai tradisi merupakan pengamalan atas pemahaman dan nilai-nilai agama yang dianut oleh masyarakat.

“Ramadhan adalah bulan yang didalamnya terdapat banyak tradisi yang melekat dalam pelaksanaan ibadah dengan pelaksanaan ibadah, berkitan dengan sedekah, tadarus Al Quran dan perayaan Idul Fitri, sebagai hari kemenangan umat Islam setelah sebulan penuh berpuasa melawan perang hawa nafsu,” jelasnya.

Selain itu umat Islam menunaikan zakat fitrah sebagai ibadah wajib yang dilaksanakan di bulan Ramadhan. Fungsi zakat fitrah untuk menyempurnakan ibadah dan membersihkan jiwa orang yang berpuasa.

Dari Ibnu Abas RA, Rasulullah SAW  mewajibkan zakat fitrah sebagai pembersih orang yang berpuasa dari perkataan yang tidak berguna dan kotor juga sebagai makanan bagi orang miskin. Barang siapa yang menunaikan zakat fitrah sebelum shalat Idul Fitri zakatnya diterima dan jika ditunaikan setelah shalat Idul Fitri menjadi sedekah biasa. (HR Abu Daud dan Ibnu Majah).

Diakhir Ramadhan umat Islam  melaksanakan takbir sebagai rangkaia ibadah Idul Fitri  hukumnya sunnah apabila dilaksanakan dan tidak berdosa apabila ditinggalkan.

Pelaksanaan takbir Idul Fitri berdasarkan Firman Allah surat Al Baqarah (2) : 185) yang artinya “ Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan meng- Agungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.”

Ayat tersebut  mengandung tiga pengertian yang terkait denga takbir Idul  Fitri. Pertama,  Takbir dilaksanakan apabila hitungan bulan Ramadhan telah sempurna satu bulan penuh dan telah masuk bulan Syawal.

Kedua,  Takbir merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat Allah dan khususnya kesempatan menunaikan ibadah puasa Ramadhan dengan segala keutamaan dan kemuliaan yang ada didalamnya.

“Ketiga, bacaan akhir dan ungkapan rasa syukur harus sesuai dengan apa yang telah diisyaratkan oleh Allah dan sunnah Rasulullah. Dengan lafaz takbir, “ Allah Akbar, Allah Akbar Tiada Tuhan melainkan Allah dan Allah Maha Besar  dan  hanya bagi Allah segala puji,” katanya.

Sumber lain dari jadwal Imam Tarawih beberapa masjid malam terakhir Ramadhan di sekitar Kota Bireuen,  di Masjid Al Amin Pulo Ara Geudong Teungoh, sebagai Imam Tarawih Tgk Muhammad Kasra (Imum Chiek) Imam Subuh Tgk M Nur, di Masjid  Jamiek Al Ikhlas Geulanggang Imam, penceramah tarawih, Imam subuh dan penceramah subuh Ustaz Usman.

Di Masjid Al Furqan Lhok Awe, Imam Tarawih dan Subuh Tgk Saiful Amri, di Masjid Ridha Jeumpa, Imam Tarawih dan Subuh Tgk Yusran (Imum Chiek). (H.AR Djuli).

BAGIKAN