Minggu, 28 Juni 2026

Ini Perusahaan Perkebunan Sawit di Bireuen yang Miliki Izin

KABAR BIREUEN – Hanya sebagian kecil usaha perkebunan kelapa sawit yang memiliki lahan di atas 25 hektar telah memiliki izin usaha perkebunan di Kabupaten Bireuen. Sisanya, tak mengantongi atau belum ada izin.

Dinas Pertanian dan Perkebunan Bireuen sebelumnya telah menyurati pemilik kebun sawit yang belum mengantongi izin, untuk mengurus perizinan ke Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bireuen.

Hal itu diungkapkan Kadis Pertanian dan Perkebunan Bireuen, Irwan SP MSi, Rabu (12/7/2023) pekan lalu, yang menyebutkan, usaha perkebunan sawit yang memiliki lahan  25 hektar atau lebih seharusnya mengurus izin perkebunan.

“Namun, banyak pengusaha atau orang kaya Bireuen yang punya duit, suka dengan perkebunan untuk menanam sawit tapi nyatanya tak memiliki dan mengurus izin. Ini sesuai Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) harus memiliki Izin Usaha Perkebunan (IUP). Dinas pernah mengirim surat kepada mereka agar mengurus izin. Tapi tak ada tanggapan dan membalas dari mereka. Seharusnya tak perlu dikasih tahu. Diingatkan atau dikirim surat pun mereka harusnya sudah tahu, kalau membuka usaha itu apapun harus ada izin. Tukang tambal ban aja harus ada izin usaha,” ungkapnya.

Setiap pelaku usaha tentu membutuhkan surat izin usaha untuk menjalankan bisnisnya, tak terkecuali usaha perkebunan sawit. Izin usaha untuk perkebunan sendiri diatur oleh negara berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 5 Tahun 2019 tentang Tata Cara Perizinan Berusaha Sektor Pertanian.

Dijelaskan Irwan, Distanbun Bireuen hanya sebatas mengeluarkan rekomendasi untuk budidaya saja, karena tugas dinasnya sebatas melakukan pengawasan. Sedangkan terkait izin di DPMPTSP atau ke provinsi.

Kadis Pertanian dan Perkebunan Bireuen, Irwan SP MSi

Di Bireuen ada enam perusahaan yang telah memiliki izin usaha perkebunan sawit, yaitu, PT Syaukath Sejahtera, PT Blang Ketumba, PT Rambong Meuagam, PT Halimun Tani Lestari, Dayah Tanoh Mirah dan PT Bahronson.

Luas lahan Perkebunan Kelapa Sawit di Kabupaten Bireuen adalah 9.973,5 hektar, terdiri dari Lahan perkebunan awasta 4.250 hektar dan luas perkebunan kelapa sawit rakyat  seluas 5.723,5 hektar.

Termasuk lahan yang sudah berumur di atas 25 tahun seluas 500 hektar dan yang tidak produktif karena tidak menggunakan bibit bersertifikat/unggul seluas 100 hektar.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bireuen, Rita Hayati ST yang dikonfirmasi Kabar Bireuen, Senin (17/7/2023) sore, menyebutkan, menyebutkan selain enam perusahaan yang telah mengontongin izin perkebunan sawit di sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi secara Elektronik (Online Single Submision/OSS), ada juga beberapa CV dan koperasi yang telah terdata di sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA).

Dari data tersebut, 12 usaha perkebunan sawit terdiri dari empat Perseroan Terbatas (PT), empat Commanditaire Vennootschap/persekutuan komanditer (CV) dan empat koperasi yang sudah migrasi ke OSS-RBA.

Perusahaan tersebut adalah PT Blang Ketumba dengan luas lahan 3.061 hektar, resiko tinggi, PT Alam Rimbun Perkasa, dengan lahan seluas 26 hektar, resiko tinggi, PT Mon Jambe dan PT Halimun Tari Lestari.

Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Bireuen, Rita Hayati ST

Empat CV yaitu CV Mitra Umuslim Mandiri, CV Buket Indah, CV Aceh Dragon Blood dan Alula Jaya. Sementara Koperasi masing-masing Blang Mee Permai, Agro Inti Nusantara, Mulia Jaya dan Bintang Kala Sejahtera.

“Penerapan Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi secara Elektronik (Online Single Submision/OSS), tujuannya agar para pelaku usaha, termasuk mikro, kecil dan menengah, dapat lebih cepat dan mudah dalam berusaha,” jelas Rita Hayati.

Pada Agustus 2021, sistem OSS telah diperbaharui menjadi versi 1.1. Dikarenakan sistem yang diperbarui ini pula maka diwajibkan bagi para pelaku usaha yang sudah memiliki NIB (Nomor Induk Berusaha) serta Izin Usaha dari sistem OSS sebelumnya untuk melakukan pembaruan data.

Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA) atau Perizinan Berusaha Berbasis Risiko adalah perizinan berusaha yang diberikan kepada pelaku usaha untuk memulai dan menjalankan kegiatan usahanya yang dinilai berdasarkan tingkat risiko kegiatan usaha.

“Bagi perusahaan perkebunan yang belum memiliki izin atau belum migrasi NIB lama ke NIB baru, kami berharap segera mengurusnya,” harap Rita Hayati.

Disebutkan Rita Hayati, DPMPTSP Bireuen akan menyediakan layanan konsultasi bagi yang akan mengurus izin.

“Untuk mengurus izin bisa di akses melalui OSS.go.id. Nanti akan muncul persyaratan apa saja yang harus dipenuhi oleh pelaku usaha atau pemohon,” pungkasnya. (Ihkwati)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Menaker: Standar Kerja Layak Era Digital akan Jadi Acuan Penguatan Regulasi Ketenagakerjaan

0
KABAR BIREUEN, Majalengka – Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan Konvensi Internasional Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) tentang kerja layak di era digital akan menjadi acuan dalam...

Menang Dramatis 4-3 atas Persas Sabang, PSSB Bireuen U-12 Raih Juara III Piala Presiden...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Tim PSSB Bireuen Junior Usia 12 Tahun (U-12) berhasil mengukir prestasi dengan meraih juara ketiga pada Festival Sepak Bola...

Lantik 173 Pejabat, Bupati Bireuen Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan, Kalau Ketahuan Dicopot

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan 173 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen, Jumat (26/6/2026) sore di...

Desak Bahlil Batalkan PoD Blok Andaman, Warga Aceh Demo Kementerian ESDM

0
KABAR BIREUEN, Jakarta– Aksi damai ratusan warga Aceh dari paguyuban Taman Iskandar Muda (TIM) digelar depan Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta...

Sekda Aceh Terima Audiensi Mahasiswa, Paparkan Capaian dan Percepatan Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M Nasir menerima audiensi sekitar 15 mahasiswa dari berbagai kampus di Posko Penanggulangan Bencana Kantor...

KABAR POPULER

Lantik 173 Pejabat, Bupati Bireuen Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan, Kalau Ketahuan Dicopot

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan 173 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen, Jumat (26/6/2026) sore di...

Sudah Dua Bulan Diproses, Polres Bireuen Belum Tetapkan Status Hukum Kasus Dugaan Penghinaan Wartawan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Zulfikar Muhammad, kuasa hukum M. Ilham bin Sakubat, wartawan wilayah liputan Bireuen, mendesak Polres Bireuen segera memberikan kepastian hukum atas...

PSSB Bireuen U-12 Tampil Gemilang di Laga Perdana Festival Piala Presiden, Tekuk SSB Bijeh...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – PSSB U-12 mengawali kiprahnya di Festival Piala Presiden RI 2026 dengan hasil gemilang. Tim asal Kabupaten Bireuen itu menundukkan...

Target Juara, PSSB Bireuen U-12 Bertolak ke Banda Aceh Ikuti Festival Sepak Bola Piala...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Tim sepak bola PSSB Bireuen U-12 resmi dilepas keberangkatannya menuju Banda Aceh untuk mengikuti Festival Sepak Bola Piala Presiden U-12...

Dokumen Sudah Lengkap, HRD Kembali Ajukan Usulan Pembangunan Gedung Fakultas Kedokteran Umuslim ke Menteri...

0
KABAR BIREUEN, Jakarta – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan Daud (HRD), kembali memperjuangkan pembangunan Gedung Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Almuslim...