Rabu, 15 April 2026

Ini Perusahaan Perkebunan Sawit di Bireuen yang Miliki Izin

KABAR BIREUEN – Hanya sebagian kecil usaha perkebunan kelapa sawit yang memiliki lahan di atas 25 hektar telah memiliki izin usaha perkebunan di Kabupaten Bireuen. Sisanya, tak mengantongi atau belum ada izin.

Dinas Pertanian dan Perkebunan Bireuen sebelumnya telah menyurati pemilik kebun sawit yang belum mengantongi izin, untuk mengurus perizinan ke Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bireuen.

Hal itu diungkapkan Kadis Pertanian dan Perkebunan Bireuen, Irwan SP MSi, Rabu (12/7/2023) pekan lalu, yang menyebutkan, usaha perkebunan sawit yang memiliki lahan  25 hektar atau lebih seharusnya mengurus izin perkebunan.

“Namun, banyak pengusaha atau orang kaya Bireuen yang punya duit, suka dengan perkebunan untuk menanam sawit tapi nyatanya tak memiliki dan mengurus izin. Ini sesuai Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) harus memiliki Izin Usaha Perkebunan (IUP). Dinas pernah mengirim surat kepada mereka agar mengurus izin. Tapi tak ada tanggapan dan membalas dari mereka. Seharusnya tak perlu dikasih tahu. Diingatkan atau dikirim surat pun mereka harusnya sudah tahu, kalau membuka usaha itu apapun harus ada izin. Tukang tambal ban aja harus ada izin usaha,” ungkapnya.

Setiap pelaku usaha tentu membutuhkan surat izin usaha untuk menjalankan bisnisnya, tak terkecuali usaha perkebunan sawit. Izin usaha untuk perkebunan sendiri diatur oleh negara berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 5 Tahun 2019 tentang Tata Cara Perizinan Berusaha Sektor Pertanian.

Dijelaskan Irwan, Distanbun Bireuen hanya sebatas mengeluarkan rekomendasi untuk budidaya saja, karena tugas dinasnya sebatas melakukan pengawasan. Sedangkan terkait izin di DPMPTSP atau ke provinsi.

Kadis Pertanian dan Perkebunan Bireuen, Irwan SP MSi

Di Bireuen ada enam perusahaan yang telah memiliki izin usaha perkebunan sawit, yaitu, PT Syaukath Sejahtera, PT Blang Ketumba, PT Rambong Meuagam, PT Halimun Tani Lestari, Dayah Tanoh Mirah dan PT Bahronson.

Luas lahan Perkebunan Kelapa Sawit di Kabupaten Bireuen adalah 9.973,5 hektar, terdiri dari Lahan perkebunan awasta 4.250 hektar dan luas perkebunan kelapa sawit rakyat  seluas 5.723,5 hektar.

Termasuk lahan yang sudah berumur di atas 25 tahun seluas 500 hektar dan yang tidak produktif karena tidak menggunakan bibit bersertifikat/unggul seluas 100 hektar.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bireuen, Rita Hayati ST yang dikonfirmasi Kabar Bireuen, Senin (17/7/2023) sore, menyebutkan, menyebutkan selain enam perusahaan yang telah mengontongin izin perkebunan sawit di sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi secara Elektronik (Online Single Submision/OSS), ada juga beberapa CV dan koperasi yang telah terdata di sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA).

Dari data tersebut, 12 usaha perkebunan sawit terdiri dari empat Perseroan Terbatas (PT), empat Commanditaire Vennootschap/persekutuan komanditer (CV) dan empat koperasi yang sudah migrasi ke OSS-RBA.

Perusahaan tersebut adalah PT Blang Ketumba dengan luas lahan 3.061 hektar, resiko tinggi, PT Alam Rimbun Perkasa, dengan lahan seluas 26 hektar, resiko tinggi, PT Mon Jambe dan PT Halimun Tari Lestari.

Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Bireuen, Rita Hayati ST

Empat CV yaitu CV Mitra Umuslim Mandiri, CV Buket Indah, CV Aceh Dragon Blood dan Alula Jaya. Sementara Koperasi masing-masing Blang Mee Permai, Agro Inti Nusantara, Mulia Jaya dan Bintang Kala Sejahtera.

“Penerapan Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi secara Elektronik (Online Single Submision/OSS), tujuannya agar para pelaku usaha, termasuk mikro, kecil dan menengah, dapat lebih cepat dan mudah dalam berusaha,” jelas Rita Hayati.

Pada Agustus 2021, sistem OSS telah diperbaharui menjadi versi 1.1. Dikarenakan sistem yang diperbarui ini pula maka diwajibkan bagi para pelaku usaha yang sudah memiliki NIB (Nomor Induk Berusaha) serta Izin Usaha dari sistem OSS sebelumnya untuk melakukan pembaruan data.

Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA) atau Perizinan Berusaha Berbasis Risiko adalah perizinan berusaha yang diberikan kepada pelaku usaha untuk memulai dan menjalankan kegiatan usahanya yang dinilai berdasarkan tingkat risiko kegiatan usaha.

“Bagi perusahaan perkebunan yang belum memiliki izin atau belum migrasi NIB lama ke NIB baru, kami berharap segera mengurusnya,” harap Rita Hayati.

Disebutkan Rita Hayati, DPMPTSP Bireuen akan menyediakan layanan konsultasi bagi yang akan mengurus izin.

“Untuk mengurus izin bisa di akses melalui OSS.go.id. Nanti akan muncul persyaratan apa saja yang harus dipenuhi oleh pelaku usaha atau pemohon,” pungkasnya. (Ihkwati)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Ponpes Al Zahrah Jadi Tuan Rumah Seleksi Calon Mahasiswa Al Azhar dari Aceh

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pondok Pesantren Modern Al Zahrah Bireuen terpilih sebagai tuan rumah untuk seleksi calon mahasiswa Al Azhar untuk gelombang ke 2...

Fakultas Teknik Umuslim Siapkan Mahasiswa KIP Jadi Duta Kampus

0
KABAR BIREUEN, Peusangan - Fakultas Teknik Universitas Almuslim (Umuslim) menggelar coffee morning yang mempertemukan mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dengan jajaran pimpinan...

Usai Kebakaran Aspol Lamteumen Kembali Dibangun, Kapolda Aceh Sebut Bagian dari Pemenuhan Hak Dasar...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh — Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah menyebut bahwa pembangunan asrama polisi (aspol) Lamteumen merupakan bagian dari pemenuhan hak...

BSI-ANTAM Gas Pol Industri Bullion, Dorong Ekosistem Emas Nasional Naik Kelas

0
KABAR BIREUEN, Jakarta - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTAM) tancap gas memperkuat industri bullion emas...

Pasca Banjir Bank Aceh Cetak Performa Positif, Aset Kini Rp29,89 Triliun

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Bank Aceh menunjukkan resiliensi yang luar biasa dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di awal tahun 2026. Berdasarkan laporan keuangan...

KABAR POPULER

Ponpes Al Zahrah Jadi Tuan Rumah Seleksi Calon Mahasiswa Al Azhar dari Aceh

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pondok Pesantren Modern Al Zahrah Bireuen terpilih sebagai tuan rumah untuk seleksi calon mahasiswa Al Azhar untuk gelombang ke 2...

Pemulihan Sawah Tak Kunjung Datang, Petani Pulo Iboih Kehilangan Penghasilan

0
KABAR BIREUEN, Jangka – Puluhan hektare lahan persawahan di Gampong Pulo Iboih, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, masih terbengkalai hingga Senin (13/4/2026), meski bencana banjir...

Peringatkan Ancaman Banjir dan Longsor Susulan, HRD Serukan Selamatkan Hutan Aceh

0
KABAR BIREUEN, Pidie — Ketua DPW PKB Aceh, H. Ruslan M. Daud (HRD), mengingatkan pentingnya menjaga ekosistem hutan di Aceh sebagai langkah mendesak untuk...

Fakultas Teknik Umuslim Siapkan Mahasiswa KIP Jadi Duta Kampus

0
KABAR BIREUEN, Peusangan - Fakultas Teknik Universitas Almuslim (Umuslim) menggelar coffee morning yang mempertemukan mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dengan jajaran pimpinan...

16 Dosen FKIP UNIKI Bireuen Lolos Hibah Penelitian dan Pengabdian Masyarakat 2026, Bukti Lonjakan...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen. Sebanyak 16 dosen berhasil...