KABAR BIREUEN – Pengurus Wilayah (PW) Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA) Aceh periode 2021-2026 menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) V di Gedung LPTQ Dinas Syariat Islam Aceh, Banda Aceh, Minggu (15/8/2021).

Muswil diikuti oleh 50 persen Pengurus Daerah GPA dari 23 kabupaten dan kota se-Aceh, serta turut hadir Sekjen DPP GPA Ahmad Tanjong MH. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan mengedepankan protokol kesehatan (Protkes) Covid-19 secara ketat.

Pelaksanaan Muswil berlangsung dalam suasana duka setelah mantan Ketua Al Washliyah Aceh, Prof Dr Farid Wadji Ibrahim MA, meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa, Banda Aceh, pada Sabtu (14/8/2021).

Dalam Muswil tersebut, Adnin A Salam yang sebelumnya menjabat Sekretaris PW GPA Aceh periode 2016-2021 terpilih secara aklamasi sebagai ketua, setelah calon lain Ridwan mengundurkan diri dari pencalonan.

Adnin ditetapkan sebagai ketua menggantikan Irhamna Yusra Mus, yang sebelumnya menggantikan almarhum Haris Abdaly pada periode berjalan. .

Selama ini, Adnin A Salam menjabat Sekretaris PW GPA Aceh periode 2016-2021. Selain itu, saat ini ia juga menduduki posisi Wakil Ketua Bidang OKK DPD I Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Aceh.

Kepada media ini saat diwawancarai, Adnin berharap Gerakan Pemuda Al Washliyah Aceh sebagai wadah berhimpunnya generasi muda mampu berperan dan harus bersinergi dengan pemerintah pada setiap tingkatan di Aceh.

“Namun jika ada kebijakan pemerintah yang merugikan ummat, maka harus disampaikan kritikannya dengan memberikan tawaran-tawaran solusi. Hal ini tentu melalui proses kajian, itu harapan untuk eksternal organisasi,” jelasnya.

Ditambahkannya, sementara harapannya untuk internal organisasi akan memaksimalkan potensi kader agar eksistensinya dapat memajukan GPA, karena GPA dapat dijadikan sebagai salah satu wadah beramal demi ummat. (Sor)