Sabtu, 27 Juni 2026

40 Anak Gampong Dampingan GeRAK di Simpang Mamplam Putus Sekolah, Ini Faktornya

KABAR BIREUEN-Di Kabupaten Bireuen, menurut data 2015, sebanyak 8000 anak putus sekolah karena berbagai faktor.

Di enam gampong dampingan GeRAK di Kecamatan Simpang Mamplam, terdapat 40 anak putus sekolah.

Faktor yang menyebabkan anak-anak itu putus sekolah, diantaranya karena faktor ekonomi, kurang pedulinya orang tua akan pendidikan anaknya, akses transportasi yang sulit,  orang tua yang sakit, sehingga si anak harus menjaga adiknya.

Hal itu terungkap dalam diskusi yang digelar GeRAK, Selasa (30/1/2018) di salah satu hotel di Bireuen.

Jumlah anak putus sekolah terbanyak di Gampong Krueng Meuseugop 14 orang, alasanya karena kurang berminat sekolah, lalu di Gampong Paku, ada 4  anak putus sekolah.

Gampong Balee ada  anak putus sekolah, di Gampong Meunasah Asan, sebanyak 5 orang.

Di Gampong Keude Tambu terdapat 4 anak putus sekolah, dimana mereka tak melanjutkan jenjang pendidilan usai tamat SD dan SMP serta di Blang Kuta Dua Meunasah sebanyak, 9 anak putus sekolah.

Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Bireuen, Dewi Utari menyebutkan, berdasarkan pengkajian sosial, hal yang  menjadi kendala utama putus sekolah justru mindset si anak itu sendiri atau orang tua yang memang tak mau anaknya sekolah.

“Kita pernah kasih seragam sekolah, ada biaya dari Program Keluarga Harapan (PKH)  dana Biaya Operasional Sekolah (BOS), tetapi ternyata anaknya sendiri yang memang tak mau sekolah. Kita minta difasilitsi terutama di enam gampong dampingan tersebut untuk memberi pemahaman kepada anak dan orang tua,” sebut Dewi.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Bireuen Muhamamad Nasir, M,Pd menyebutkan, memang yang susah itu jika si anak sendiri yang tak berminat untuk sekolah.

Karena itu, katanya, pemerintah perlu membuat kebijakan atau regulasi yang mengupayakan agar si anak mau sekolah, misalnya saja dengan memberikan sanksi kepada orang tua jika anaknya tak sekolah.

“Seperti yang diterapkan di salah satu daerah di Jawa, orang tuanya yang diberi sanksi jika anaknya tak sekolah,” sebut Muhammad Nasir.

Disebutkan Nasir, jika terkait masalah ekonomi, misalnya tak punya biaya, bisa dicari solusi, karena ada Program Indonesia Pintar (PIP) lalu ada PKH dan dana sumber lainnya.

Demikian juga dengan akses jalan, menurut dia, sudah terpenuhi dan tidak sulit, karena 6 km akses jalan dari rumah ke sekolah bisa dilewati dengan berjalan kaki.

“Putus sekolah itu, ada tiga macam, yaitu putus sekolah di tengah jenjang, yaitu tak mau menlanjutkan sekolah ditengah-tengah masa sekolah, lalu diakhir jenjang, tak lulus ujian, tak mau sekolah lagi dan  diakar jenjang, yaitu begitu lulus SD tak melanjutkan sekolah lagi,” papar Nasir.

Dana Desa bisa dialokasikan untuk membantu anak berprestasi dan miskin di gampong, sesuai Pergub Tahun 2018.

Tentu saja hal itu harus dicari jalan keluar dan solusinya. (Ihkwati).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Lantik 173 Pejabat, Bupati Bireuen Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan, Kalau Ketahuan Dicopot

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan 173 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen, Jumat (26/6/2026) sore di...

Desak Bahlil Batalkan PoD Blok Andaman, Warga Aceh Demo Kementerian ESDM

0
KABAR BIREUEN, Jakarta– Aksi damai ratusan warga Aceh dari paguyuban Taman Iskandar Muda (TIM) digelar depan Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta...

Sekda Aceh Terima Audiensi Mahasiswa, Paparkan Capaian dan Percepatan Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M Nasir menerima audiensi sekitar 15 mahasiswa dari berbagai kampus di Posko Penanggulangan Bencana Kantor...

PSSB Bireuen U-12 Tampil Gemilang di Laga Perdana Festival Piala Presiden, Tekuk SSB Bijeh...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – PSSB U-12 mengawali kiprahnya di Festival Piala Presiden RI 2026 dengan hasil gemilang. Tim asal Kabupaten Bireuen itu menundukkan...

Sudah Dua Bulan Diproses, Polres Bireuen Belum Tetapkan Status Hukum Kasus Dugaan Penghinaan Wartawan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Zulfikar Muhammad, kuasa hukum M. Ilham bin Sakubat, wartawan wilayah liputan Bireuen, mendesak Polres Bireuen segera memberikan kepastian hukum atas...

KABAR POPULER

Lantik 173 Pejabat, Bupati Bireuen Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan, Kalau Ketahuan Dicopot

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan 173 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen, Jumat (26/6/2026) sore di...

Sudah Dua Bulan Diproses, Polres Bireuen Belum Tetapkan Status Hukum Kasus Dugaan Penghinaan Wartawan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Zulfikar Muhammad, kuasa hukum M. Ilham bin Sakubat, wartawan wilayah liputan Bireuen, mendesak Polres Bireuen segera memberikan kepastian hukum atas...

PSSB Bireuen U-12 Tampil Gemilang di Laga Perdana Festival Piala Presiden, Tekuk SSB Bijeh...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – PSSB U-12 mengawali kiprahnya di Festival Piala Presiden RI 2026 dengan hasil gemilang. Tim asal Kabupaten Bireuen itu menundukkan...

Target Juara, PSSB Bireuen U-12 Bertolak ke Banda Aceh Ikuti Festival Sepak Bola Piala...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Tim sepak bola PSSB Bireuen U-12 resmi dilepas keberangkatannya menuju Banda Aceh untuk mengikuti Festival Sepak Bola Piala Presiden U-12...

Dokumen Sudah Lengkap, HRD Kembali Ajukan Usulan Pembangunan Gedung Fakultas Kedokteran Umuslim ke Menteri...

0
KABAR BIREUEN, Jakarta – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan Daud (HRD), kembali memperjuangkan pembangunan Gedung Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Almuslim...