Wakil Bupati Bireuen DR H Muzakkar A Gani,SH, M Si memberi sambutan saat memperingati Israk Mikraj Nabi Besar Muhammad SAW dan Zikir bersama diselenggarakan Dinas Syari’at Islam di Masjid Agung Sultan Jeumpa

KABAR BIREUEN- Israk Mikraj merupakan suatu peristiwa luar biasa yang diaLami Nabi Muhammad SAW sebagai tuntunan dan pelajaran bagi umat Muslim,.

Wakil Bupati Bireuen DR H Muzakkar A Gani,SH, M Si menyampaikan hal itu saat memperingati Israk Mikraj Nabi Besar Muhammad SAW dan Zikir bersama diselenggarakan Dinas Syari’at Islam di Masjid Agung Sultan Jeumpa, Senin (16/4/2-18).

Pimpinan DPRK Bireuen bersama unsur Forkopimda, alim ulama, para Kepala SKPK, PNS dil ingkungan Pemkab Bireuen, para pelajar SLTP SLTA dan para santri duduk bersimpuh di dalam masjid Agung dipimpin Imam Besar Masjid Agung Drs Tgk H Jamuluddin Idris terlihat larut dalam zikir.

Sedangkan Tgk H Nuruzzahri yang akrab disapa Waled Nu menyampaikan riwayat Israk Mikraj Nabi Muhammad SAW, yaitu perjalan malam hari Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa Palestina Yarussalem untuk menerima wakyu dari Allah SWT salat 50 waktu bagi Nabi Muhammad dan umatnya.

Dalam perjalanan menuju langit ke Siratul Muntaha mengendarai kenderaan Buraq untuk menerima wahyu dari Allah SWT, banyak arti, makna dan hikmah dari peristiwa Israk Mikraj.

Suatu malam Rasullah SAW didatangi Malaikat Jibrail, Mikail dan Israfil membawa Rasullah SAW ke sumur Zamzam membelah dada Rasulullah mensucikan hatinya dengan air Zamzam.

Dalam perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, Rasulullah ditemani Malaikat Jibril mengarungi alam indah ciptaan Allah pada malam hari yang penuh keajaiban dan hikmah.

“Banyak sekali peristiwa dalam perjalanan Nabi Muhammad SAW antara lain Jin Ifrit mengejar Nabi Muhammad dengan semburan api dan Jibril mengajar Nabi Muhammad membaca doa, sehingga jin-jin terjungkal terbakar dengan apinya sendiri,” sebutnya.

Di Baitul Makdis atau Al Muntaha Rasulullah SAW turun dari kenderaan Buraq dan mengikat Buraq dipintu masjid, Rasulullah melaksanakan shalat dua rakaat kemudian menuju langit disebut dengan mikraj.

Dilangit pertama Rasullah bertemu Nabi Adam As, dilangit kedua Nabi Isa dan dan Nabi Yahya As, dilangit ketiga Nabi Yusuf,As, dilangit keempat Nabi Idris As, di langit kelima Nabi Harun As, di langit keenam Nabi Musa As, dan di langit ketujuh Nabi Ibrahim As.

Kemudian Nabi Muhmad SAW turun ke langit keenam bertemu Nabi Musa meminta agar Nabi Muhammad meminta berulang kali kepada Allah SWT agar shalat 50 waktu diringankan menjadi lima waktu sehingga umat Islam wajib menunaikan sehari semalam salat lima waktu. (Abu Iskandar).

BAGIKAN