Wabup Bireuen resmikan klinik pratama Ummul Ayman Samalanga

KABAR BIREUEN-Wakil Bupati Bireuen Dr Muzakkar A Gani SH,.M.Si meresmikan  Klinik Pratama Ummul Ayman di Gampong Putoh, Samalanga, Kamis (18/1/2018).

Wabup Muzakkar mengapresiasi  lahirnya klinik tersebut dengan memberikan layanan islami, yang tercetus dari dokter-dokter kalangan dayah.

Seperti  anak pimpinan Dayah Ummul Ayman, Tgk Nuruzzahri atau Waled Nu ada yang merupakan dokter, yaitu dr. Ummik Hanik. Demikian juga dengan dr.Tgk M. Taifur, yang merupakan anak dari Abu Mudi Samalanga.

salah seorang Owner (pemilik) Klinik Pratama Ummul Ayman Samalanga, dr Hulaimi Jeunieb dalam sambutannya pada peresmian itu menyebutkan, dia yang sebelumnya merupakan Direktur Rumah Sakit Jeumpa Hospital Bireuen, mengundurkan diri dari rumah sakit tersebut untuk terlibat aktif mengelola klinik Pratama Ummul Ayman.

“Dengan menangani klinik ini, saya bukanlah menurunkan grade, tapi ini adalah awal pembentukan sebuah klinik yang memberikan pelayanan Islami, yang merupakan mimpi saya sejak jadi mahasiswa Fakultas Kedokteran,” sebut Hulaimi.

Dikatakannya, keunggulan klinik Pratama Ummul Ayman adalah E-Register, yaitu sebuah aplikasi yang bisa di download dari Android atau Play Store. Ke depan dalam mendaftar nomor antrian bisa didaftarkan dari rumah. Tentunya antrian pasien sudah diketahui sejak datang dari rumah, sehingga di klinik tidak lama lagi menunggu.

“Kemudian juga ada dokter-perawat care yang menjadi keunggulan adalah dokter dan perawat bisa melakukan home visit ke rumah warga, tentunya bukan hanya di Samalanga tapi bisa seluruh Kabupaten Bireuen,” jelasnya.

Keunggulan lainnya klinik Pratama Ummul Ayman, adanya dokter Spesialis Kandungan yang ada praktek seminggu sekali atau setiap Sabtu bersama dr Purnama Setia Budi Sp.OG.

Disamping itu klinik yang berlokasi di dayah, yang merupakan Kota Santri itu juga diharapkan dalam waktu dekat bisa memberantas scabies atau penyakit kulit komunitas.

Sementara itu, Waled Nu dalam tausiah singkat dan doanya menyebutkan, pelayanan kesehatan saat ini masih jauh dari syariat Islam.

“Padahal dokter di Aceh sama dengan dokter di Malaysia, tapi yang berbeda sikap dan perilakunnya. Ada yang perilaku atau sikap paramedis di negeri kita kurang ramah terhadap pasien,” sebutnya.

Waled Nu juga menyampaikan, klinik Pratama Ummul Ayman adalah dari cita-cita Ummul Ayman untuk mendirikan rumah sakit.

“Kita berharap ke depan Ummul Ayman punya rumah sakit dengan layanan Islami,” harapnya.

Hadir pada  Grand Opening tersebut Kepala Dinas Kesehatan Bireuen, dr Amir Addani M.Kes, Direktur RSUD dr Fauziah Bireuen, dr Mukhtar Mars dan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Bireuen, Drs. Nasrul Yuliansyah M.Pd, kepala Puskesmas, Camat Samalanga dan tokoh masyarakat Samalanga. (Ihkwati)

 

BAGIKAN