Unit Pelayanan Intensive Psikiatri (UPIP) Rumah Sakit umum Daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen

KABAR BIREUEN- Pasien sakit jiwa rawat jalan maupun rawat inap di Unit Pelayanan Intensive Psikiatri (UPIP) Rumah Sakit umum Daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen yang dibuka sejak tahun 2013 hingga akhir tahun 2017 meningkat tajam.

Pasien sakit jiwa berasal dalam dan luar Kabupaten Bireuen yang sudah dirawat penyakitnya di UPIP RSUD dr Fauziah sejak April 2014 hingga akhir Desember 2017 sebanyak 1.961 orang, 80 persen diantaranya pasien laki-laki dan 20 persen perempuan.

Hal itu dikatakan Direktur RSUD dr Fauziah Bireuen dr Mukhtar Mars didampingi Kepala UPIP dr Zauhari Amalia SPKJ,.dan Kepala Ruangan Ns Khudri S Kep dalam suatu wawancara khusus dengan Kabar Bireuen di UPIP Bireuen Rabu (10/1/2018).

Diawal tahun 2018 UPIP Bireuen sudah menampung 10 pasien sakit jiwa, tujuh pasien rawat inap laki-laki dan tiga pasien rawat inap perempuan.

Para pasien sakit jiwa yang sudah dirawat di UPIP Bireuen dan sudah kembali bersama keluarganya didominasi gangguan jiwa korban konflik Aceh, masalah ekonomi, konflik dalam keluarga dan pengguna narkotika.

Mengingat pelayanan kesehatan bagi pasien sakit jiwa berasal dari Kabupaten Bireuen, Kabupaten tetangga Pidie Jaya, Pidie, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Utara dan Aceh Timur dari tahun ke tahun terus meningkat tajam sudah saatnya UPIP RSUD dr Fauziah Bireuen ditingkatkan statusnya menjadi Rumah Sakit Jiwa (RSJ).

Menurut Kepala UPIP Bireuen dr Zauhari Amalia SPKJ, pihak Kemenkes RI setuju UPIP RSUD dr Fauziah Bireuen diusulkan menjadi RSJ jika didukung oleh Pemkab setempat. Karena Aceh baru memiliki satu buah RSJ Banda Aceh yang belum memenuhi kebutuhan pasien sakit jiwa di Aceh butuh tambahan RSJ.

Dikatakan, peningkatan status UPIP menjadi RSJ Bireuen letaknya sangat strategis dipertengahan Kabupaten tetangga Pidie Jaya, Pidie, Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Tengah dan Kabupaten Aceh Timur.

“Saat ini UPIP Bireuen memiliki dua tenaga dokter spesialis masing-masing dr Zauhari Amalia SPKJ, dr Muhammad Hamidi, SPKJ, dua dokter umum, 2 perawat jiwa, 20 perawat yang masih perlu mendapat pelatihan. Sedangkan fasilitas tempat tidur untuk pasien laki-laki 11 tempat tidur dan 8 tempat tidur pasien perempuan,” rincinya.

Ruang inap pasien perlu diperluas, tempat tidur perlu penambahan agar semua pasien rawat inap dapat ditampung guna memberikan pelayanan maksimal bagi pasien sakit jiwa.

Sedangkan fasilitas peralatan untuk menunjang pelayanan kesehatan pasien sakit jiwa belum memadai. Kendati demikian, UPIP RSUD dr Fauziah Bireuen tidak pernah menolak dan tetap memberikan pelayanan kesehatan bagi pasien sakit jiwa rawat jalan maupun rawat inap, berasal dari dalam dan luar Kabupaten BIreuen.

“Unit Pelayanan Sakit Jiwa Bireuen yang masih di bawah organik RSUD dr Fauziah berlokasi di Jalan Kolonel Muhammad Ali Basyah berdampingan dengan rumah sakit pemerintah daerah tersebut mulai dibuka sejak tahun 2013. Terutama untuk menanggulangi pasien penderita sakit jiwa korban konflik Aceh berasal dari Kabupaten Bireuen, Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya dan Pidie,” sebut dr Zauhari Amalia SPKJ.

Beberapa keluarga pasien sakit jiwa yang ditemui Kabar Bireuen juga mengharapkan peningkatan status UPIP menjadi RSJ. Karena itu sangat membantu meringankan beban keluarga pasien sakit jiwa Kabupaten Bireuen dan Kabupaten tetangga ketimbang harus dirawat di RSJ Banda Aceh.

“Pemkab Bireuen diharapkan memberikan dukungan sepenuhnya untuk pemingkatan status UPIP menjadi RSJ dan Bireuen saat ini sangat membutuhkan sebuah klinik rawat jalan dan rawat inap korban narkoba,” harap M Nasir salah seorang keluarga penderita gangguan jiwa. (Abu Iskandar).

BAGIKAN