KABAR BIREUEN – Puluhan anggota Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Bireuen menggelar demo di Kantor Pusat Pemerintahan Pusat Kabupaten Bireuen, Kamis sore (4/1/2018), menuntut honorarium operasionalnya segera dibayar.

Meteka sempat melepaskan baju dinasnya dan mengancam akan mogok kerja jika belum ada juga kejelasan mengenai hak-hak mereka. Diantaranya, honorarium operasional tahun 2017, termasuk honor penertiban serta pengamanan peringatan hari-hari besar, uang makan dan lainnya.

Salah seorang perwakilan pendemo, Mulyadi kepada Kabar Bireuen menyebutkan, pihaknya sudah  lima kali mengadakan pertemuan untuk mempertanyakan honororium mereka itu kepada pimpinan, Kasatpol PP dan WH Bireuen, Fakhrurrazi, SP dan Kabid Trantip, Rizal Effendi, SP.

“Namun selalu tak ada kejelasan juga. Kasatpol minta kami terus bersabar. Malah, antara Kabid Trantip dan bendahara saling lempar tanggung jawab. Padahal informasinya, uang tersebut sudah dicairkan bendahara,” ungkap pria yang akrab disapa Abeuk itu.

Dikatakan Abeuk, biasanya amprahan dilakukan akhir tahun, namun hingga sekarang tak ada juga kejelasan.

Para pendemo kemudian diterima Wakil Bupati Bireuen Dr. Muzakkar A. Gani, SH., M.Si didampingi Sekda Ir Zulkifli, Sp, Asisten I Setdakab Bireuen, Mursyid, SP di Oproom kantor Bupati Bireuen. (Ihkwati)

BAGIKAN