KABAR BIREUEN-Barisan Muda Ummat (BMU) Kembali menyerahkan bantuan rumah yang ke-13 untuk masyarakat miskin Muhammad Lidan Hasan (55), warga Gampong Jeumpa Sikureung Kecamatan Jeunieb Kabupaten Bireuen, Selasa (18/12/2018) sore.

Penyerahan rumah dengan sandi 013 ini diserahkan langsung oleh Imam Besar Barisan Muda Ummat (BMU) Tgk. H. Muhammad Yusuf A Wahab yang biasa disapa Tu Sop Jeunieb.

Sebelumnya Muhammad lidan tinggal dirumah tidak layak huni beratap rumbia berdinding bambu dengan kondisi sangat memprihatinkan.

Profesinya sebagai buruh tani mencari upah sesuap nasi tidak memungkinkan untuk membangun istana baru mereka. Apalagi akhir-akhir ini sering sakit-sakitan paska operasi kakinya, jangankan membangun rumah baru untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya saja tidak cukup.

Istrinya Rosmiati (36) tidak berputus asa hidup menderita seperti ini, dia tetap tegar memberikan semangat kepada sang suami dan ikut andil bekerja mencari upah di sawah warga untuk memenuhi kebutuhan hidup 5 anak-anaknya yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar itu. Sungguh sangat miris melihat sisi kehidupan keluarga ini.

Ketua Barisan Muda Ummat (BMU) Pusat Tgk. M. Yusuf Nasir sapaan akrabnya Abya Rahul Mudi mengatakan, rumah BMU 013 ini merupakan rumah bantuan BMU pertama di Kecamatan Jeunieb yang dibangun dengan dana sumbangan masyarakat gerakan Rp 10 ribu melalui donasi BMU Peduli Ummat.

“Selama ini BMU membangun rumah dibeberapa kabupaten, walupun moyoritas penggerak BMU di Kecamatan Jeunieb (Jeunieb Raya) tetapi ini rumah BMU pertama di tempat kelahiran BMU,” jelasnya.

Dikatakan Abiya Donasi rumah BMU 013 mulai dibuka pada 16 Oktober- 27 Oktober 2018 selama 11 hari dengan total donasi yang masuk Rp 28.913.000 dari 203 donatur termasuk uang dan beras segenggam dari masyarakat setempat.

Kebutuhan pembangunan rumah BMU 013 sebesar Rp 24.500.000 sisanya Rp 4.413.000 telah diserahkan untuk pembangunan rumah BMU 014 di Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen.

“Dalam 11 hari pembukaan donasi rumah BMU 013 dana yang masuk melebihi target, sisanya telah diserahkan untuk rumah BMU 014 yang sedang dibangun di Peudada,” pungkas Abiya.

Sementara itu Imam Besar Barisan Ummat (BMU) Tgk. H. Muhammad Yusuf A Wahab Pimpinan Dayah Babussalam Al Aziziyah Jeunieb dalam sambutannya mengatakan, hari ini kita lalai menunggu pengesahan APBA dan APBK oleh DPR, dana itu tidak akan mencukupi untuk semua rakyat.Kita tidak menyadari bahwa rakyat mampu membangun sesuatu tanpa bantuan pemerintah.

Padahal pergerakan sosial yang kita bangun dalam BMU ini merupakan warisan Keunubah Endatu (leluhur) kita orang Aceh, salah satunya dalam kasus pembelian pesawat RI 001 yang menjadi ikon Aceh daerah modal Kemerdekaan RI.

“Ummat islam yang peduli dalam BMU belum sampai 500 orang, akan tetapi setiap bulan BMU membangun 1 rumah, kini sudah 14 rumah yang kita bangun bayangkan kalau jumlahnya ribuan orang,” kata Tu Sop yang juga Ketua Himpunan Ulama Dayah(HUDA) Aceh ini.

Tu Sop menjelaskan, pergerakan sosial yang ia bangun dalam BMU orang yang ikhlas dalam membantu, bukan untuk kepentingan pribadi, bukan persoalan miskin dan kaya, jika tidak mempunyai harta ajak yang lain.

“BMU merupakan tempat menjaring makhluk-makhluk yang sosial dimata Allah, hari ini yang sukses bukanlah sebuah rumah yang kita bangun, tetapi yang paling sukses adalah tegaknya perilaku sosial antara umat islam nilai amal nya lebih tinggi dari nilai amal rumah ini,” jelas Pimpinan Yayasan Dayah Bersaudara (YADARA) Group Tu Sop Jeunieb.

Harapnya, kedepan gerakan-gerakan seperti ini terus berjalan di Aceh hingga menjadi sebuah kekuatan yang menjadi solusi bagi umat yang membutuhkan.

“Semoga apa yang kita kerjakan hari ini akan mendapatkan pahala dari Allah SWT,” harapnya.

Acara serah terima kunci rumah BMU 013 dihadiri oleh salah satu donatur tetap BMU di Malasyia Nurjjannah yang sengaja pulang ke Aceh untuk tindakan lanjut kerja sama BMU dengan Komunitas Aceh Peduli di Malaysia beberapa waktu lalu.

Berkat kerja sama ini terbentuklah Wanita Peduli Ummat (WPU). Yang membedakannya WPU para donaturnya adalah para wanita Aceh, dan bantuanya diprioritaskan untuk anak yatim dan janda miskin. (Al Fadhal/ Humas BMU Pusat).

BAGIKAN