KABAR BIREUEN-Tgk H. M. Yusuf A Wahab Pimpinan Dayah Babussalam Al Aziziyah Jeunieb mengisi pengajian Tasawuf, Tauhid dan Fiqih (Tastafi), Rabu malam (7/11/2018)  di Meunasah Aceh Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Pengajian ini merupakan agenda kerja rutin Tastafi wilayah Jakarta.

Dihadapan ratusan jamaah yang hadir Tu Sop mengatakan seiring perkembangan jaman Dayah diaceh merupakan ranah pendidikan tertua, jauh sebelum lahirnya pendidikan lain.

Aceh mempunyai 3 sektor pendidikan, yaitu Rangkang(Balai Pengajian), Meunasah (Majelis Ta’klim) dan Dayah (Pendidikan Tertinggi Saat itu). Hingga kini ketiga-tiganya masih bertahan.

“Saya melihat dan merasakan bagaimana pahitnya mereka mempertahankan dayah, mereka rela hidup dalam kesusahan tetapi tidak pernah meninggalkan proses belajar mengajar mereka komit dalam mendidik bangsa. Itu yang saya rasakan, karena orang tua saya juga pimpinan dayah,” jelas Tu Sop.

Maka karena keterbatasan ruang gerak, lembaga pendidikan dayah hari ini tidak menjangkau keseluruh lini kehidupan, masih banyak lahan kosong yang terlantar, maka hadirnya Tastafi untuk mengisi lahan-lahan kosong ini.

Tastafi merupakan solusi bagaimana melakukan ekphansi dakwah ilmu ke publik tanpa harus inklusif di dunia dayah saja, maka Tastafi hadir menangani dan mencari cara supaya ilmu yang diperintahkan oleh Allah tersampaikan kepada ummat.

“Kita melihat di era persaingan globalisasi ini, segala macam pemikiran masuk di lahan-lahan kosong ini akan berdampak kepada lahirnya pemikiran – pemikiran sakuler dan merusak akidah dari dalam. Maka solusinya Tauhid, Tasawuf dan Fiqih sebagai pelindung yang tidak diragukan lagi,” sebutnya.

Sebelumnya, Pimpinan Yayasan Dayah Bersaudara (YADARA) Tu Sop, pada Rabu siang bersama Staf Ahli DPRA dan Dinas Pendidikan Dayah Aceh melakukan pertemuan dengan Kemendagri dalam rangka pembahasan Qanun Dinas Pendidikan Dayah Aceh. (Al Fadhal/ Humas IPSA Kabupaten Bireuen)

BAGIKAN