membuka Soialisasi Pengelolaan Dana Desa Berbasis Padat Karya Tunai (cash for work) tahun 2018, Aula kantor Camat Kota Juang

KABAR BIREUEN-Pengelolaan dana desa harus melibatkan masyarakat dan seluruh perangkat terkait yang ada di desa, sehingga tidak menimbulkan saling tuding antara masyarakat dan pemerintah gampong.

Implementasi program padat karya ini membutuhkan dukungan dan komitmen bersama. Diyakini program padat karya ini, Insya Allah mampu meningkatkan penghasilan masyarakat gampong yang pada gilirannya terwujud kesejahteraan masyarakat di setiap gampon.

Hal itu disampaikan Camat Kota Juang M Nasir Yusuf,S.Sos, saat membuka Soialisasi Pengelolaan Dana Desa Berbasis Padat Karya Tunai (cash for work) tahun 2018, Aula kantor camat setempat, Rabu (28/3/2018)

“Ini penting untuk kita lakukan dalam rangka pengelolaan Dana Desa,” kata M. Nasir.

Semua unsur elemen gampong harus dilibatkan untuk perencanaan dan mengawasi setiap program-program gampong.

“Sehingga tidak menimbulkan disharmonisasi yang menimbulkan kesalahfahaman dan ketidak kenyamanan,” harap orang nomor satu di Kecamatan Kota Juang ini.

Sebelumnya, Kasi PMG, Hendri Zulkarnain S.SosĀ  mengatakan, kegiatan ini diikuti 56 peserta terdiri dari 23 Keuchik Gampong Pendamping Desa 4 orang, Pendamping Lokal Desa 6 orang, dan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) gampong, dalam Kecamatan Kota Juang sebanyak 23 orang.

Sosialisasi ini, menghadirkan dua orang narasumber, yaitu Zulfan Arifa (Tenaga Ahli Infrastruktur) Kabupaten Bireuen dan Munzir (Ahli Pembangunan Partisipatif)

“Mereka akan memberi materi terkait dengan penyusunan dokumen APBG 2018 dan Pengelolaan Dana Desa Berbasis Padat Karya Tunai,” jelas Hendri. (Herman Suesilo)

BAGIKAN